Rabu, 3 Juni 2009 14:28 WIB News Share :

DPR minta pemerintah tegas soal Ambalat

Jakarta–Wakil ketua DPR Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah diminta segera mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran terhadap wilayah NKRI yang dilakukan kapal perang Malaysia di blok Ambalat, perairan yang ada di Laut Sulawesi.

“DPR sudah sangat jelas meminta nota protes terutama gagasan-gagasan dari Malaysia terhadap perbatasan ambalat karena itu pemerintah diharapkan bertindak tegas menggunakan jalur diplomatiknya,” ujar Muhaimin kepada pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/6).

Selain itu, dia juga meminta Dubes Indonesia yang ada di Malaysia untuk bersikap lebih proaktif agar tidak terjadi perang terbuka di sekitar blok Ambalat.

Menurut Ketua Umum PKB itu, jika pemerintah tidak segera mengambil sikap tegas dan masyarakat terus mendesak, maka tidak tertutup kemungkinan DPR menyetujui TNI bertindak keras melakukan langkah-langkah konfrontasi atau tekanan militer terhadap kapal Malaysia.

Namun demikian, Muhaimin juga berpendapat, sebelum terjadi perang terbuka di perairan tersebut, sebaiknya sekarang ini diupayakan lagi langkah-langkah diplomatik yang lebih intensif.

“Jadi konfrontasi di lapangan itu nanti kalau nota protes tidak diindahkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Muhaimin juga menyampaikan bahwa dalam kunjungan senat Belanda ke pimpinan DPR dibahas soal peningkatan hubungan kerja sama bilateral melalui pendekatan antarparlemen.

Pada pertemuan tersebut, rombongan senat Belanda (Eerste Kamer) dipimpin oleh ketuanya, Mrs Yvonne Ema Timmerman Buck. Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar di ruang rapat kerja pimpinan DPR.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…