Rabu, 3 Juni 2009 19:16 WIB Issue Share :

Bonang Duo, kolaborasikan musik gamelan dengan hip-hop

Solo (Espos)–Dua musisi muda yang bergelut di ranah musik etnik dan tradisional, Eko Adi Wijaya dan Bangkit Cahyo sedang menggarap musik etno-techno. Mereka yang tergabung dalam Bonang Duo tersebut mencoba mengawinkan aliran musik tradisional yang diwakili dengan musik-musik karawitan dengan aliran musik kontemporer yang lebih bersifat modern.

Keinginan tersebut akan mereka wujudkan saat berkolaborasi dengan kelompok musik hip-hop ternama asal Jakarta, Batik Tribe pada Juli mendatang.

“Dengan penggabungan dua aliran musik yang bisa dibilang kontras tersebut, justru akan menjadi jembatan bagi anak-anak muda untuk menyenangi musik tradisional. Jadi bagi kami bukan hal aneh lagi kalau kami gabungkan gamelan dengan hip-hop,” terang  Eko saat ditemui Espos, Rabu (3/6), di sela-sela latihan, di Pendapa Ageng, Taman Budaya Surakarta.

Konsep yang digagas dengan cermat itu dilakukan dengan melalui berbagai riset yang dilalukan secara intens. Awalnya, Bonang Duo juga melakukan gebrakan di Festival Bonrojo dengan menggunakan sebuah bonang yang dimainkan dua orang.

“Setelah kami menemukan konsep musik yang cocok untuk dikombinasikan dengan hip-hop, maka kami akan langsung latihan bersama dengan Batik Tribe. Kami juga akan kolaborasi dengan salah satu DJ dari Batik Tribe, DJ S”Tea,” lanjut Eko.

Personel lain, Bangkit menambahkan, garapan baru yang akan berkolaborasi dengan grup hip-hop yang dimotori DJ S”Tea, Della MC, Wizzow, serta Cool B tersebut, akan didukung para pemain gamelan lainnya. Yaitu Tri Ganjar Wicaksono dan Jungkung.

“Selain musik, akan ada penari-penari yang tampil dengan membawakan tarian tradisi dan modern dance,” jelas dia.

Sejauh ini, kedua musisi muda berbakat tersebut memang tak pernah merasa lelah untuk menciptakan karya-karya sensasional. Berkecimpungnya mereka di dunia musik, juga atas dorongan dari berbagai kelompok yang mereka dukung selama ini. Seperti Java Jine Percussion dan Hamba Kera.

m74

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…