Rabu, 3 Juni 2009 14:12 WIB Feature,pilpres Share :

Bibit akui sudah lakukan kampanye

Magelang–Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengaku, dirinya tidak akan berkampanye pada Pemilu Presiden (Pilpres) untuk salah satu pasangan kandidat tetapi sudah kampanye untuk pembangunan masyarakat setempat.

“Saya tidak akan kampanye pilpres, tetapi saya sudah kampanye untuk pembangunan rakyat Jateng, sama saja sudah kampanye,” katanya di Magelang, Rabu (3/6), usai Pencanangan Desa Mandiri Pangan, di lereng timur Gunung Sumbing, di Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Ia menegaskan, kampanye dilakukannya secara seksama untuk peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.
“Ini praktik nyata, praktik langsung, bukan teori,” katanya.

Ia menyatakan berbagai bentuk bantuan yang diberikannya kepada masyarakat pedesaan dalam kerangka program “Bali Ndesa Mbangun Desa” salah satu bentuk kampanye.

Pada kesempatan itu Bibit Waluyo juga mengatakan bahwa hingga hari kedua masa kampanye pilpres, Rabu (3/6), belum ada satu pun kepala daerah di Jateng yang mengajukan izin cuti kampanye mendukung salah satu di antara tiga pasangan kandidat pilpres pada tanggal 8 Juli 2009.

“Sampai hari ini belum ada yang mengajukan secara prosedur,” katanya.

Kemungkinan, katanya, dalam beberapa hari mendatang ada kepala daerah yang mengajukan izin cuti untuk kampanye pilpres.

Ia menyatakan akan memberikan izin cuti kepada kepala daerah yang ikut kampanye pilpres.

“Barangkali beberapa saat, nanti beberapa hari ke depan, saya akan tandatangani, saya laporkan ke mendagri (Menteri Dalam Negeri,red),” katanya.

Ia menyatakan wajar kepala daerah yang sekaligus ketua partai politik (parpol) ikut kampanye pilpres.

Ia mengaku telah mengumpulkan para pemimpin parpol dan memberikan bantuan pembinaan operasional parpol.

“Tadi malam saya berikan dan saya sampaikan, mari kita jaga iklim kondusif dalam proses pilpres ini,” katanya.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat Jateng untuk menggunakan hak pilihnya secara baik dalam pilpres mendatang.

Masyarakat harus memberikan suaranya kepada salah satu pasangan kandidat pilpres sebagai pilihan yang terbaik.

“Siapa pun yang akan jadi, pilihlah yang terbaik di antara yang baik, jangan ada golput, termasuk media harus membantu, jangan tukang kompor,” kata Bibit Waluyo.

Pada kesempatan lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Ida Budhiati, mengatakan, sebanyak 70 persen dari 35 kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di Jateng akan menjadi juru kampanye pilpres.

Sebanyak 25 kepala daerah di Jateng , katanya, mendukung pasangan kandidat masing-masing.

Mereka terdiri atas 13 kepala daerah pendukung pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, tujuh pendukung pasangan Susilo Bambang Yudoyono-Boediono, dan lima pendukung Jusuf Kalla-Wiranto.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…