Rabu, 3 Juni 2009 12:32 WIB News,Feature Share :

Australia hibahkan lab DNA ke Mabes Polri

Jakarta–Australian Federal Police (AFP) menghibahkan Laboratorium Deoxyribose Nucleic Acid (DNA) kepada Mabes Polri. Pemberian ini merupakan wujud kerjasama antara polisi Australia dengan Indonesia.

“Hari ini secara resmi diserahkan kepada pemerintah Indonesia yang diwakili Polri. Semoga penyerahan Lab DNA ini semakin meningkatkan profesionalitas Polri dalam tugas penyelidikan maupun pemberian bantuan kemanunisaan,” ujar Deputi Logistik Mabes Polri, Irjen Pol Joko Sardono.

Hal tersebut disampaikan dia dalam sambutannya mewakili Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD) pada acara penyerahan laboratorium itu di Lembaga Kedokteran Polri, Jl Cipinang Baru, Jakarta Timur, Rabu (3/6).

National Manager Counter Terorism AFP, Assistance Comision Peter Drennan sebagai utusan AFP mengatakan, antara Kepolisian Indonesia dengan polisi Australia sudah melakukan kerja sama sejak adanya Bom Bali 2. Terakhir, Australia meminta bantuan Polri untuk mengindentifikasi korban kebakaran di Victoria.

“Kami meminta bantuan polisi Indonesia untuk membantu identifikasi korban kebakaran di Victoria yang juga menewaskan 2 orang WNI,” ujar Peter.

Usai menandatangani nota penyerahan laboratorium, para pejabat polisi Indonesia maupun Australia mengunjungi gedung laboratorium yang juga terletak di kompleks Lembaga Kedokteran Polri.

Mereka melihat foto-foto identifikasi korban Bom Bali 1 hingga kegiatan bantuan kemanusiaan yang dilakukan Polri. Peter juga mendapat penjelasan mengenai foto pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ryan.

Kemudian mereka masuk ke Lab DNA yang terdiri dari 94 item alat dan 3 alat utama. Pertama adalah sebuah alat bernama 3130 dan 3130 XL.

Alat tersebut berfungsi mendeteksi DNA seseorang. Kedua, Real Time yang dapat digunakan untuk menimbang DNA. Alat ini bisa menimbang DNA sampai satu per satu miliar gram. Alat yang ketiga adalah PCR (Polimerce Change Reaction) untuk menggandakan DNA.

Menurut informasi, laboratorium itu sendiri sudah dibangun sejak 2 tahun yang lalu. Pemerintah Australia masih terlibat dalam hal peralatan maupun pembelajaran personel. Kini laboratorium tersebut sudah dikelola murni oleh Polri dengan 15 tenaga ahli.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…