Selasa, 2 Juni 2009 14:46 WIB News,Feature,pilpres Share :

TNI jamin 500.000 anggotanya netral Pilpres

Jakarta–Sebagian kalangan masih mengkhawatirkan TNI dan BIN akan dimanfaatkan dalam pemenangan Pilpres 2009. TNI menjamin 500.000 prajurit tidak punya hak pilih.

“Ya gimana mau ditarik-tarik, kita ini jumlahnya ada 500.000  prajurit yang tidak punya hak pilih, bagaimana bisa dimanfaatkan, kecuali hak suara itu diajukan lagi,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen, di Jakarta, Selasa (2/6).

Sagom mengaku saat ini banyak purnawirawan TNI yang telibat dalam dukungan kepada ketiga pasangan capres-cawapres.

“Itu tidak mungkin (mempengaruhi prajurit dan keluarganya), karena para purnawirawan tidak ada lagi garis komando dengan tentara. Mereka sudah sipil, jadi garisnya sipil,” papar dia.

Walau begitu, lanjut Sagom, bagi keluarga prajurit TNI yang memang memiliki hak pilih diserahkan sepenuhnya kepada hati nurani masing-masing anggota keluarga prajuritnya.

“Kita tidak memberikan arahan kepada keluarga untuk pilih si A atau si B. Ini diserahkan kepada masing-masing pribadi,” ujarnya.

Sebelumnya Cawapres Prabowo Subianto meminta BIN, TNI dan Polri tidak terlibat politik praktis menjelang Pilpres tanggal 8 Juli mendatang. Mantan Pangkostrad itu sepakat dengan usulan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang akan memasukan prajuritnya ke barak.

Mengenai hal itu, Sagom meluruskan berita yang selama ini dinilai memiliki perbedaan persepsi dengan media massa dan masyarakat, terkait dengan pernyataan Panglima TNI tersebut.

Menurutnya, barak, asrama dan kesatrian merupakan tempat tinggal beristirahat, termasuk untuk keluarganya.

“Jadi yang dimaksud Panglima TNI itu, pada tanggal 6-7 Juli, kita bekerja seperti biasa. Nah, saat pencoblosan tanggal 8 Juli, kita tetap ngantor, maksudnya kita tidak libur di mana pegawai pemerintah lainnya libur. Jadi kita tetap siaga di kantor dan markas masing-masing,” kata Sagom.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…