Selasa, 2 Juni 2009 10:53 WIB Pendidikan Share :

SMPTN 2009 berlakukan sistem penilaian baru

Bandung–Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2009 berlakukan sistem penilaian baru dalam menyeleksi peserta yang akan masuk berupa sistem persentil.

Pada aplikasinya sistem penilaian ini sangat berbeda dengan sistem penilaian pada SNMPTN tahun-tahun sebelumnya yang mengakumulasikan jumlah nilai dari mata pelajaran yang diujikan secara total atau biasa disebut dengan nilai mentah.

Penjamin Kualitas Panitia Lokal SNMPN 2009 Bandung Ir Adang Surahman MSc PhD, Selasa (2/6) mengatakan  SNMPTN 2009 memberikan nilai per mata pelajaran yang diujikan secara terpisah.

Dari penilaian secara terpisah tersebut nantinya akan diberikan rangking dan peserta yang rangking rata-ratanya besar di semua mata pelajaran yang diujikan berpeluang besar lolos.

Sedangkan dalam penilaian SNMPTN sebelumnya, peserta yang hanya mahir dalam salah satu mata pelajaran masih memiliki kemungkinan lolos tes masuk, namun kali ini berbeda untuk bisa lolos tes masuk masing-masing peserta harus bisa mengerjakan semua mata pelajaran yang diujikan karena semua hasil tes akan diperiksa dan dinilai secara terpisah.

Tujuan dari pemberlakukan sistem persentil untuk menjaring para peserta SNMPTN yang memiliki kemampuan lebih komprehensif, sebab banyak kasus yang telah terjadi sebelumnya dimana peserta  yang lolos dan diterima satu jurusan di PTN justru tidak memiliki kemampuan yang mahir sesuai dengan jurusan yang dipilih.

SNMPTN 2009 juga menambahkan satu  materi tes yaitu Tes Potensi Akademik (TPA) dengan bobot penilaian  30 persen dan 70 persen  nilai Test Bidang Studi Prediktif (TPBSP).

Bentuk dari TPA sendiri adalah test kamampuan berpikir secara logis, test tersebut  berbeda dengan test psikotes yang penanganannya harus ditangangi khusus oleh psikolog.

Dikatakan, TPA bertujuan untuk menjaring peserta SNMPTN dengan menekankan panilaian pada tiga point yaitu kemampuan komunikasi, kemampuan analisis, dan hitungan.

TPA merupakan indikator panilaian intelegensia alamiah peserta, selain untuk menjaring siswa yang betul-betul memiliki kemampuan yang konprehensif.

Tes ini juga berguna sebagai indikator penilaian yang bebas dari kontaminasi bimbingan belajar (bimbel), sebab kebanyakan siswa yang lulus dan bisa mengerjakan soal tets hanya karena hapal rumus yang didapat saat bimbel saja bukann munrni kemampuan berpikir sendiri, kata Adang.

Ditambahkan TPA  juga bertujuan untuk menekan angka drop out (DO), sebab TPA akan memberikan penialain dan menimbang cocok tidaknya siswa yang bersangkutan diterima di jurusan yang ia pilih, sebab tak jarang banyak kasus dimana siswa yang diterima masuk PTN tidak bisa menyelesaikan kuliahnya salah satunya karena faktor kecocokan dengan jurusan yang ia pilih.

Adang menambahkan persentase mahasiwa yag di DO adalah mahasiswa yang masuk lewat jalur SNMPTN setiap tahunnya cenderung tidak menurun, berbeda dengan mahasiswa yang lolos lewat jalur Ujian Saringan Masuk (USM) yang jumlahnya terus menuruna meski persentasenya lebih besar.

Dalam SNMPTN yang akan dilaksanakan 1-2 Juli 2009 selain ada materi tes yang baru ditambahkan seperti TPA, ada juga pengurangan materi yang diujikan terutama  di jurusan IPA, yaitu materi tes IPA terpadu dihilangkan.

Jadi yang diujikan dalam jurusan IPA hanya Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi.

ant/fid

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…