Selasa, 2 Juni 2009 14:34 WIB Internasional Share :

Pemimpin Korut tunjuk putera bungsu sebagai penerus kekuasaan

Seoul–Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-il telah mengisyaratkan penunjukkan putra bungsunya sebagai penerus kekuasaan dinasti keluarganya.

Kim yang saat ini berusia 67 tahun, telah mengalami stroke pada tahun lalu. Sejumlah media Korea Selatan (Korsel) memberitakan, Korut telah meminta badan-badan utama negeri itu dan pusat misinya di luar negeri untuk berjanji akan setia pada putra bungsi Kim, Kim Jong-un.

“Saya diberitahu oleh pemerintah Korsel mengenai langkah itu dan janji kesetiaan,” kata Park Jie-won, anggota partai oposisi, Democratic Party seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (2/6).

Park menolak menyebutkan identitas sumbernya. Namun menurut kantor berita resmi Korsel, Yonhap, Park merupakan satu di antara sekelompok anggota parlemen yang diberi penjelasan oleh badan intelijen Korsel mengenai rencana penggantian kekuasaan di Korut itu.

Tidak banyak yang diketahui mengenai Kim Jong-un yang ditunjuk untuk menggantikan Kim itu. Pria itu dilahirkan antara tahun 1983 atau awal tahun 1984. Pria itu telah menempuh pendidikan di Swiss. Sumber-sumber intelijen mengatakan, dia tampaknya paling mampu untuk memimpin di antara tiga putra

Berita penunjukkan pengganti Kim ini terjadi di tengah provokasi militer yang dilakukan Korut terhadap Korsel.

“Ada kaitan signifikan antara provokasi militer Korut belakangan ini dan isu penggantian,” kata Lee Dong-bok, pakar mengenai taktik negosiasi Korut.

Menurut media Korsel, Chosun Ilbo yang mengutip sumber militer, Korut baru-baru ini telah meningkatkan latihan militernya. Negeri komunis itu juga mulai menyetok amunisi dan menerapkan perintah larangan berlayar di perairan pantai baratnya. Langkah-langkah itu menurut Chosun Ilbo untuk bersiap-siap terhadap kemungkinan perang dengan Korsel.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…