Minggu, 31 Mei 2009 12:56 WIB News Share :

TNI tingkatkan kewaspadaan di Ambalat

Jakarta–Tentara Nasional Indonesia (TNI) segera meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di perairan Ambalat, Kalimantan Timur, menyusul pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), beberapa waktu silam.

“Kita akan tingkatkan kewaspadaan, ” kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Minggu.

Djoko Santoso mengatakan, TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia telah memiliki prosedur bersama untuk pengamanan petrbatasan laut kedua negara.

Namun masih kerap terjadi pelanggaran karena adanya daerah di Ambalat yang masih menjadi sengketa antara dua negara.

“Tetapi tang jelas, kami akan tetap mengawal perbatasan di sepanjang garis batas martitim RI-Malaysia, dan untuk penyelesaian sengketa kita serahkan pada pemerintah kedua pihak untuk menyelesaikannya secara diplomatis,” katanya.

Djoko mengatakan, setiap perkembangan yang terjad perairan Ambalat telah dilaporkan kepada Kementeria Koordinator Politik, Hukum  dan  Keamanan (Polhukam), Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri.

Awal pekan lalu, Kapal perang TNI AL KRI Untung Surapati-872 berhasil mengusir kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD Yu-3508 yang mencoba memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia di perairan Blok Ambalat.

Sehari sebelumnya, KRI Hasanudin-366 juga mengusir KD Baung-3509 dan heli Malaysian Maritime Enforcement Agency serta pesawat Beechraft yang juga mencoba memasuki wilayah Blok Ambalat.

Berdasar data TNI AL, pelanggaran wilayah oleh unsur laut dan udara TLDM maupun Police Marine Malaysia di Perairan Kalimantan Timur, khususnya di Perairan Ambalat dan sekitarnya, periode Januari sampai April 2009, tercatat sembilan kali.

Untuk mengamankan wilayah Ambalat , maka selama ini TNI-AL telah menyiagakan enam kapal perang dan unsur intai udara.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…