Minggu, 31 Mei 2009 16:44 WIB Karanganyar Share :

Minim, anak berkebutuhan khusus yang nikmati pendidikan

Karanganyar (Espos)–Jumlah anak berkebutuhan khusus di wilayah Kabupaten Karanganyar dan daerah lain yang telah menikmati pendidikan dinilai masih sangat minim.

Data dari Biro Pusat Statistik pada tahun 2007 terungkap dari 1,5 juta anak berkebutuhan khusus baru sekitar 10% yang telah menikmati pendidikan.

Menurut salah satu aktivis pendidikan inklusi, Nunu Nurdiana, hingga Maret 2009 lalu, yang teridentifikasi masyarakat dan sekolah bahkan baru sekitar 1.552 anak.
“Diharapkan ke depan, seluruh anak Indonesia dengan kebutuhan khusus ini dapat mengenyam pendidikan yang terjangkau dan efektif sesuai wilayah tempat tinggal masing-masing,” harapnya, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan lomba lukis untuk anak berkebutuhan khusus di Taman Pancasila Karanganyar, Sabtu (30/5).

Lomba tersebut diikuti tak kurang dari 48 anak berkebutuhan khusus di wilayah Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang dilaksanakan itu salah satunya bertujuan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan anak berkebutuhan khusus, serta melakukan sosialisasi pendidikan inklusi di wilayah Bumi Intanpari.

Ke-48 peserta lomba lukis yang berasal dari sejumlah sekolah penyelenggara sekolah inklusi di Karanganyar itu begitu antusias
mengikuti jalannya lomba yang bertema Sekolahku awal masa depanku tersebut.

dsp

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…