Minggu, 31 Mei 2009 19:18 WIB Klaten Share :

Barindo tandingan akan dideklarasikan di Klaten

Solo (Espos)–Pendiri Barisan Indonesia (Barindo) Letjen (Purn) H Muhammad Yasin akan mengundurkan diri dari organisasi yang dibentuk pada tahun 2006 lalu. Ketua Umum Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) itu mendukung adanya Barindo tandingan dengan nama Barindo Raya yang bakal dideklarasikan di Klaten, Senin (1/6) dinihari.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Yasin dalam jumpa pers, Minggu (31/6), di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo. Kedatangan Yasin itu didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakar Pangan, Jackson Kumaat dan sejumlah pengurus dan fungsionaris Pakar Pangan dari DPP sampai DPC.

“Kondisi Barindo saat ini sudah melenceng dari tujuan awal. Organisasi yang dibentuk tahun 2006 itu mestinya menjadi organisasi independen, tetapi justru dipakai untuk mendukung kemenangan calon presiden (Capres)-calon wakil presiden (Cawapres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

Sebagai bentuk protes atas sikap Barindo dan untuk meluruskan organisasi itu, maka saya mendukung adanya deklarasi Barindo Raya di Solo, Klaten dan Sukoharjo,” tegas M Yasin.

Menurut dia, Barindo itu dibentuk dari buttom up dan Barindo Raya ini juga dibentuk dari buttom up dan harapannya bisa diikuti oleh sejumlah daerah lainnya di seluruh Indonesia. Dia menyatakan, sudah menerima dukungan dari sejumlah daerah lainnya. Dia mengungkapkan, deklarasi Barindo Raya ini sengaja mengambil momentum hari lahirnya Pancasila, yakni 1 Juni.

trh

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…