Sabtu, 30 Mei 2009 14:04 WIB News,Feature Share :

SBY
Jangan terjebak dalam politik simbol

Jakarta–Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh partai mitra koalisinya untuk tidak terjebak dalam politik simbol atau yang mengedepankan isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA), seperti yang marak diembuskan belakangan ini.

Menurut SBY, pengguliran isu ini hanya upaya untuk mengejar kepentingan jangan pendek bagi kalangan tertentu saja. Bukan untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Jangan dalam mencapai tujuan dan cara-cara yang digunakan tidak konstruktif dan mundur ke belakang. Contohnya sekarang, yang akan buruk bagi bangsa ini yang ditonjolkan adalah politik simbol atau politik SARA. Padahal sudah kita lewati sebelumnya untuk membangun bangsa,” tutur SBY dalam Silaturahim Nasional Koalisi Parpol di Arena PRJ, Sabtu (30/5).

SBY menjanjikan akan membahas isu ini dalam forum tertutup dengan para mitra koalisi. Namun yang pasti, SBY mengajak seluruh mitra koalisi untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang krusial bagi rakyat. Sisanya, biarlah rakyat yang menilai.

“Kalau kita tinggalkan itu, kita menjelaskan platform, arah pembangunan (kita), nanti rakyat akan mengerti dan memilih dengan benar,” tandas SBY.

SBY menempatkan isu politik simbol atau politik SARA dalam 12 isu utama yang harus dibahas dengan parpol mitra koalisi

Kompas/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…