Jumat, 29 Mei 2009 19:02 WIB Ekonomi Share :

Promosikan potensi budaya kota, Solo bakal gandeng Yogyakarta

Solo (Espos)–Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) bakal menggandeng Walikota Yogyakarta untuk bekerja sama dalam rangka mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Solo dan Yogyakarta. Jokowi optimistis sinergi antara Solo dan Yogyakarta akan memberikan banyak manfaat bagi pengembangan sektor pariwisata di kedua wilayah itu.

“Potensi wisata, khususnya di wisata kebudayaan yang dimiliki Solo dan Yogyakarta sangat banyak. Akan sangat bagus bila kedua kota ini bisa bekerja sama dalam mempromosikan potensi yang ada di masing-masing kota. Dan saya yakin dengan adanya sinergi tersebut, baik Kota Solo maupun Yogyakarta sendiri bisa memperoleh banyak manfaat,” ujar Jokowi kepada wartawan, Kamis (28/5).

Untuk mengupayakan terjalinnya kerja sama tersebut, Jokowi mengaku dalam beberapa waktu terakhir ini pihaknya telah melakukan pendekatan secara intensif dengan Walikota Yogyakarta. Bila pemerintah daerah (Pemda) Yogyakarta tersebut menyetujuinya, Jokowi berencana menjadikan Solo-Yogyakarta sebagai destinasi (tujuan) wisata.

“Promosi wisata, khususnya terhadap kebudayaan yang dimiliki oleh Yogyakarta selama ini memang sudah dilakukan dengan sangat baik, sehingga dalam kerja sama ini nantinya Solo boleh dikatakan nunut promosi. Ya tidak apa-apa, karena saya yakin dengan sinergi ini Yogyakarta juga bisa memperoleh lebih banyak lagi manfaat bagi pengembangan sektor pariwisatanya,” kata Jokowi.

Diakui Jokowi, kebudayaan Solo dan Yogyakarta memang memiliki sejumlah kemiripan. Untuk itulah, Jokowi menilai perlu adanya diferensiasi atau pembedaan secara khusus agar masing-masing daerah tetap bisa mengunggulkan potensinya.

“Budaya Solo dan Yogyakarta memang memiliki kemiripan, untuk itulah perlu adanya diferensiasi. Misalnya saja Solo dan Yogyakarta punya keraton yang bisa menjadi potensi wisata yang unik, tapi untuk membedakannya, Yogyakarta punya produk perak sementara Solo punya produk batik. Promosi seperti itulah yang diperlukan,” katanya.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…