Jumat, 29 Mei 2009 11:21 WIB Feature,Internasional Share :

Obama desak Israel bekukan permukiman Tepi Barat

Washington–Presiden Barack Obama Kamis meningkatkan desakan pada Israel untuk membekukan permukinan ketika ia berusaha untuk menjamin kembali Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang sedang berkunjung akan dukungan AS pada (pembentukan) negara Palestina.

Berharap untuk menghidupkan kembali upaya pedamaian yang macet, Obama mengadakan pembicaraan di Gedung Putih dengan Abbas 10 hari setelah ia menjadi tuan rumah bagi PM Israel Benyamin Netanyahu, yang tetap berselisih dengan sekutu superpower Israel itu mengenai permukiman Yahudi dan negara Palestina.

Obama menjelaskan bawa ia akan terus mendorong Netanyahu, yang mencemaskan Washington dan Palestina dengan penentangannya pada permintaan untuk membekukan semua pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

“Saya orang yang sangat percaya dengan solusi dua negara,” Obama mengatakan pada wartawan bersama Abbas, seorang moderat dukungan Barat yang dilemahkan oleh penguasaan gerakan Islam Hamas atas Jalur Gaza, duduk di sisinya.

Obama menekankan bahwa kewajiban Israel menurut “peta jalan” perdamaian Timur Tengah 2003 termasuk “menghentikan permukiman dan menjamin bahwa akan ada negara Palestia yang dapat berjalan”. Ia juga mengatakan Palestina harus membuat lagi kemajuan dalam meningkatkan pasukan keamanan mereka dan mengurangi “hasutan” anti Israel.

Dalam kunjungan pertamanya ke Washington sejak Obama memegang tampuk pemerintahan Januari, Abbas diperkirakan akan membuat kasusnya ke pendekatan AS yang lebih keras terhadap Netanyahu, yang memimpin koalisi baru Israel yang condong ke kanan dengan partai-partai pro-pemukim sebagai intinya.

Pemerintah Netanyahu Kamis menolak dengan angkuh permintaan terus terang Menlu AS Hillary Clinton agar semua kegiatan permukiman dihentikan, termasuk “pertumbuhan alamiyah” dari kantung-kantung (permukiman) yang ada yang Netanyahu bersumpah akan teruskan.

Jurubicara pemerintah Israel Mark Regev menanggapi dengan menegaskan kembali keinginan Netanyahu untuk membolehkan beberapa pembangunan lagi guna menampung perkembangan keluarga pemukim.

Bahkan ketika perbedaan kebijakan menyingkapkan perselisihan AS-Israel, sesuatu yang jarang terjadi, masih belum jelas seberapa keras Obama ingin mendorong negara Yahudi itu untuk membuat konsessi ketika pemerintahnya belum merampungkan strategi Timur Tengah-nya.

Obama menganggap keterlibatan dalam penciptaan perdamaian Palestina-Israel sebagai sangat penting untuk memperbaiki citra Amerika di dunia muslim dan menarik negara-negara Arab moderat ke dalam front persatuan menghadapi Iran.

ant/fid

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…