Jumat, 29 Mei 2009 21:10 WIB Solo Share :

Mega-Pro berjanji tak akan menekan kebebasan pers

Solo (Espos)–Di sela-sela kunjungan dalam rangka deklarasi ekonomi kerakyatan, Jumat (29/5), pasangan Capres-Cawapres Mega-Prabowo menyempatkan berkunjung ke Griya SOLOPOS. Mereka tiba sekitar pukul 16.15 WIB dan ditemui oleh Wakil Pemimpin Umum PT Aksara Solopos, Danie H Soe”oed, Pemimpin Redaksi Harian Solopos, YA Sunyoto, dan sejumlah awak redaksi dan perusahaan.

Meski hanya sebentar, sempat terjadi dialog antara pasangan Mega dan Prabowo dengan pihak Solopos. Menjawab pertanyaan YA Sunyoto tentang jaminan bahwa setelah terpilih, Mega-Prabowo tidak akan menekan kebebasan pers, Prabowo menjawab tidak akan. “Kami akan tetap menghargai kebebasan pers. Itu penting. Tidak, kami tidak akan mengutak-atik kebebasan pers,” ujar Prabowo.

Ditimpali Mega, dalam masa pemerintahannya nanti jika terpilih, dirinya menjamin kebebasan pers akan mendapat tempat. “Tidak seperti yang sekarang, sebentar-sebentar menelepon ke media-media. Nanti tidak akan seperti itu,” timpal dia.

Mega melanjutkan, secara umum, dia mengapresiasi kemerdekaan pers demi demokrasi dan demokratisasi di negeri ini. Kendati demikian, dia juga berharap pers senantiasa profesional dan selalu menjaga obyektivitas. Ditanya apakah konsep ekonomi kerakyatan yang diusung dirinya dan Prabowo, Mega mengatakan, hakikat di dalamnya sebenarnya adalah ekonomi Pancasila.

“Semua program, delapan program aksi itu, dasarnya adalah Pancasila. Kami yakin, semua yang kami susun takkan lepas dari ideologi bangsa dan negara itu. Sebab, itulah pijakan kami,” tambah Mega.

shs

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…