Jumat, 29 Mei 2009 13:03 WIB Ah Tenane Share :

Masih gemandhul

ahtenane-290509Pagi-pagi sekali, Jon Koplo dan Lady Cempluk sudah lomba berdandan. Maklum, pasangan suami isteri asal Boyolali itu akan menghadiri acara wisuda Tom Gembus, anaknya yang kuliah di universitas ternama di Kota Semarang.
Cempluk dandan ayu moblong-moblong dengan kebaya kerlap-kerlip kayak penyanyi ndangdut.
Tak ketinggalan, Jon Koplo, sang suami, juga sisiran klimis, pakai baju batik anyar gres yang masih bau toko. Karena harus berangkat pagi-pagi, Jon Koplo memakai jaket biar nggak kedinginan.
”Cepet Bu! Ini lho, Gembus sudah telpan-telpun tanya kita sudah berangkat belum?” teriak Jon Koplo yang sudah standby di mobil carteran.
”Oke, Pak. Ini sudah selesai,” jawab Lady Cempluk sambil mbenerin sanggulnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 2,5 jam, sampai juga mereka di tempat wisuda. Lady Cempluk segera njranthal menemui anaknya yang sudah menunggu di depan pintu gedung. Sementara Jon Koplo masih merapikan rambut dan melepas jaketnya. Setelah merasa penampilanya oke, Jon Koplo masuk ruangan, berjalan dengan gagahnya menuju tempat anak dan isterinya duduk. Sambil berjalan, Jon Koplo dengan ramahnya menyalami teman-teman Tom Gembus dan orangtua mereka.
Namun setiap orang yang diajak bersalaman selalu tersenyum, bahkan tertawa geli menyaksikan sesuatu yang gemandhul di kerah bajunya. Setelah duduk, baru seorang anak kecil yang duduk di belakangnya nyeletuk pada ibunya, ”Ma, Mama! Bapak ini bajunya baru Ma! Lha itu, merknya masih ada!” Tanpa dikomando, semua orang pun berpaling ke arah Jon Koplo dan ger-geran menertawakannya.
Mak jenggirat, Lady Cempluk dan Tom Gembus menoleh ke baju Koplo, ”Pak! Njenengan ki piye, kok mereke durung dicopot? Ngisin-isinke wae!” bisik Lady Cempluk sambil mbesengut.
Dengan senyum kecut Jon Koplo meraba kerah bajunya, lalu menarik merk baju yang masih gemandhul itu.
”Oalah, maunya pamer baju baru malah dapat malu,” batin Koplo.  Kiriman Herlina Nur Hayati, Bendungan, Manjung RT 7/RW II Sawit, Boyolali.

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…