Jumat, 29 Mei 2009 13:55 WIB News Share :

LIPI
Gunung api tak muncul tiba-tiba

Bengkulu–Direktur Pusat Penelitian Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Iskandar Zulkarnain, mengatakan kemunculan gunung api tidak mungkin secara tiba-tiba. “Ada proses panjang yang membentuk gunung api muncul, tidak mungkin tiba-tiba,” katanya saat dikonfirmasi tentang penemuan gunung api raksasa setinggi 4.600 meter dengan diameter 50 km di 330 km arah barat Kota Bengkulu, Jumat (29/5).

Iskandar mengatakan pihaknya belum mendapat laporan resmi terkait temuan gabungan para pakar geologi Indonesia dan sejumlah negara asing tersebut.

Terlepas dari itu, menurut dia, selain tidak mungkin terbentuk secara tiba-tiba, keberadaan gunung api di perairan barat Sumatera ini juga tidak pernah terdeteksi oleh satelit.

“Seharusnya ada deteksi ya kan, tapi sejauh ini saya belum pernah mendapat informasi tentang keberadaan gunung api di perairan barat Sumatera khususnya di laut Bengkulu ini,” katanya.

Ia mencontohkan pembentukan kembali gunung api Krakatau di Selat Sunda yang membutuhkan waktu lebih dari 50 tahun setelah sempat meletus pada tahun 1883.

Sementara itu, Kepala Seksi Geologi Badan Klimatologi dan Geofisika Bengkulu, Dadang Permana, yang berkantor di Kepahiang  mengatakan di titik lokasi keberadaan gunung api tersebut tidak pernah terdeteksi adanya geratan vulkanik.

“Bagi kami ini masih sebatas hipotesa dan BMG perlu melakukan penelitian lagi, karena tidak pernah terdeteksi getaran vulkanik di titik 330 km arah barat Kota Bengkulu,” katanya.

Keberadaan gunung api raksasa ini merupakan hasil penelitian gabungan sejumlah lembaga yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe) Paris.

Gunung api tersebut diperkirakan berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dengan lokasi 330 km arah barat Kota Bengkulu.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…