Jumat, 29 Mei 2009 16:44 WIB Klaten Share :

Lima desa rawan kekeringan peroleh bantuan sumur dalam

Klaten (Espos)–Sebanyak lima desa yang rawan kekeringan di Kecamatan Jatinom memperoleh bantuan sumur dalam dari Pemerintah Amerika Serikat. Kelima desa itu adalah Beteng, Bengking, Kayumas, Temuireng dan Sucokangsi.

“Lima desa di Kecamatan Jatinom mendapat bantuan dari Pemerintah Amerika Serikat berupa sumur dalam. Bantuan itu diberikan dalam bentuk pembuatan sumur dalam sehingga kami tidak tahu berapa jumlah anggarannya. Pembuatan sumur dalam itu diberikan kepada wilayah yang rawan kekeringan dan kurang pasokan air minum,” terang Camat Jatinom, Jaka Purwanto S.Sos MM ketika ditemui Espos Kamis (28/5), di ruang kerjanya.

Menurut Jaka, pembuatan sumur dalam sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Mei lalu. Rencananya, imbuh dia, pembuatan sumur dalam itu diperkirakan selesai dalam kurun waktu 2-3 bulan. Dijelaskan dia, perkiraan anggaran untuk pembuatan satu sumur dalam yaitu sekitar Rp 150 juta.

Jaka menuturkan, kedalaman sumur dalam tersebut yaitu 100 meter-120 meter. Nantinya, kata dia, untuk mekanisme penarikan air akan dilakukan dengan manual yaitu teknik injak.
“Untuk mengambil air dari sumur dalam itu dilakukan dengan manual yaitu teknik injak. Pembuatan sumur dalam itu sendiri dimaksudkan agar masyarakat lebih hemat energi dan bisa efisien ketika mendapatkan air khususya air minum. Lokasi pembuatan sumur dalam sengaja di tanah kas desa sebab nantinya digunakan bagi kepentingan umum,” terang Jaka.

Selain Pemerintah Amerika Serikat, Jaka mengatakan, dari pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) juga sudah melakukan survei terkait sumur dalam. Dia berharap institusi tersebut benar-benar dapat merealisasikan pemberian bantuan sumur dalam bagi desa di Kecamatan Jatinom yang masih kekurangan air.
nad

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…