Jumat, 29 Mei 2009 11:06 WIB News,Feature Share :

JK
Lebih cepat lebih baik bukan kampanye

Maros–Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga calon presiden mengemukakan, semboyan “lebih cepat lebih baik” bukan semata-mata semboyan untuk kampanyenya dalam Pemilu Presiden 2009. “Lebih cepat lebih baik ini bukan masalah kampanye, tetapi soal sifat bangsa yang harus kita ubah menjadi lebih cepat,” ujar Kalla saat sambutan Milad Ketujuh Nahdlatul Ulum di Maros, Sulawesi Selatan (29/5).

Untuk kerja-kerja pemerintah yang lambat, semangat itu dimaksudkan. Untuk memberi layanan kepada rakyat, pemerintah harus bekerja lebih cepat. Mengurus KTP dan surat tanah misalnya. “Pemerintah harus punya cara lebih cepat lebih baik. Ini masalah sifat bangsa untuk bisa bersaing sebaik-baiknya dengan bagsa lain,” ujar Kalla.

Meskipun hadir sebagai Wapres, para ulama dan ribuan umat yang datang mendoakan Kalla agar menjadi Presiden. Oleh Sanusi Baco, pimpinan Nahdlatul Ulum, Kalla dinilai paling layak menjadi presiden. “Semua datang untuk mendoakan agar dalam Pilpes 2009, rakyat Indonesia merestui Kalla sebagai presiden RI,” ujar Sanusi.

Dalam acara itu, semua yang hadir mengenakan pin JK-Wiranto di dada kanan dengan tulisan “lebih cepat lebih baik”.

Kompas/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…