Jumat, 29 Mei 2009 13:51 WIB News,Feature Share :

2021, Muslimat NU jual obligasi organisasi

Makassar–Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyatakan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU, akan menjual obligasi organisasi pada 2021. “Itu salah satu parameter Muslimat NU menjadi organisasi paling moderen yang tetap berbasis pada pelayanan keumatan,” katanya di sela rapat kerja nasional dan peringatan ulang tahun ke 63 Muslimat NU di Makassar, Jumat (29/5).

Dengan demikian, katanya, anggota-anggota Muslimat NU pada 2026 diharapkan sudah menjadi muslim seutuhnya, yakni mampu memenuhi kesejahteraan hidupnya, sekaligus memberikan pelayanan kepada umat.

“Target tersebut tidak akan bersifat insidentil, namun melalui proses yang sangat panjang. Mungkin Muslimat NU satu-satunya oorganisasi perempuan yang memiliki master-plan,” katanya.

Ia menambahkan, target Muslimat NU lainnya, yakni optimalisasi layanan pendidikan pada 2011 dan layanan kesehatan pada 2016.

“Sampai saat ini, Muslimat NU telah mendirikan sejumlah usaha, baik yang berbasis keumatan maupun murni komersil,” katanya.

Usaha Muslimat NU itu meliputi 57 rumah sakit, 13.400 taman pendidikan Al-Quran (TPA), 9.800 taman kanak-kanak (TK), 6.000 pusat pembinaan anak usia dini (PAUD), 100 panti asuhan (PA), enam induk koperasi dan 133 koperasi primer berbadan usaha.

“Visi optimalisasi pelayanan Muslimat NU juga tergambar melalui sejumlah kerja sama Muslimat NU dengan pihak lain. Sampai saat ini, kami telah melakukan 18 kerja sama dengan sejumlah institusi, antara lain Departemen Kehutanan untuk pengadaan 600 ribu pohon penghijauan,” katanya.

Ia mengatakan kerja sama paling baru yakni penandatangan MoU perjanjian pinjaman dengan BRI. “Anggota yang memiliki usaha, namun kekurangan modal, akan sangat terbantu dengan program itu,” ujarnya.

“Semua upaya tersebut akan dievaluasi dalam rakernas yang berlangsung di Makassar, pada tanggal 28 Mei-1 Juni,” katanya.

Ia berharap, Muslimat NU mampu merumuskan pola pengembangan organisasi yang lebih baik dalam rakernas bertema “Revitalisasi Layanan Organisasi Muslimat NU” tersebut.

Rakernas yang diikuti 1.057 orang pengurus dari 33 pimpinan wilayah (PW) dan 431 pimpinan cabang (PC) Muslimat NU se-Indonesia dijadwalkan dibuka Wapres M Jusuf Kalla di Celebes Convention Centre (CCC), Makassar, pada Jumat siang.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…