Jumat, 29 Mei 2009 16:28 WIB Feature,Ekonomi Share :

1 Juni, minyak tanah bersubsidi di Solo resmi ditarik

Solo (Espos)–Kota Solo mulai 1 Juni 2009 mendatang dipastikan tidak lagi memperoleh jatah minyak tanah bersubsidi. Menyusul penarikan minyak bersubsidi tersebut, Himpunan Wiraswasta Niaga Minyak Tanah dan Gas (Hiswana Migas) Kota Solo menyatakan akan melayani pendistribusian minyak tanah yang dijual dengan harga keekonomian.

Namun pihak Hiswana Migas hanya akan mendistribusikan kuota minyak tanah nonsubsidi tersebut berdasarkan pesanan yang diajukan oleh pangkalan-pangkalan minyak.

Pernyataan itu ditegaskan Ketua Bidang Minyak Tanah Hiswana Migas Kota Solo, Aryo Kusumo Putro ketika ditemui wartawan di kantornya, Jumat (29/5).

“Kami tidak berani nyetok minyak tanah dengan harga keekonomian karena dengan harganya yang sangat fluktuatif, risiko kerugiannya cukup besar. Sehingga kami hanya akan mendistribusikan minyak tanah dengan harga keekonomian itu berdasarkan pesanan yang masuk dari pangkalan-pangkalan minyak,” ujar Aryo.

Aryo menyebutkan pihaknya mencatat saat ini sudah ada lima pangkalan minyak di Solo yang mengajukan pesanan kuota minyak tanah nonsubsidi dengan jumlah total sebanyak 2.000 kiloliter. Namun Aryo menegaskan harga jual minyak tanah nonsubsidi yang didistribusikan agen akan ditentukan pada tanggal 1 Juni 2009 karena harganya baru diketahui pada tanggal tersebut.

“Untuk menetapkan harga jualnya, kami menunggu tanggal 1 Juni nanti. Dengan adanya fluktuasi harga pasar minyak dunia, bisa jadi pada tanggal 15 Juni harga jual minyak tanah dengan harga keekonomian itu berubah lagi,” ungkap Aryo.

Diungkapkan Aryo, meskipun penarikan minyak tanah bersubsidi sudah dilakukan di Klaten dan Karanganyar, minyak tanah nonsubsidi yang sudah mulai didistribusikan di sejumlah SPBU di Soloraya belum terserap secara optimal.

sry

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…