Kamis, 28 Mei 2009 19:37 WIB Klaten Share :

Pasar Gabus mulai diperbaiki, pedagang diminta tak khawatir

Klaten (Espos)–Lurah Pasar Gabus Kecamatan Jatinom, Pardjiman meminta pedagang Pasar Gabus untuk tidak khawatir terhadap kondisi pasar yang mereka tempati. Pardjiman menuturkan, perbaikan di Pasar Gabus sudah mulai dilaksanakan sekitar 3-4 hari.

“Perbaikan Pasar Gabus sudah dilaksanakan sekitar tiga hari yaitu mulai dari selokan di sebelah timur kemudian menyusul yang bocor-bocor dan listrik. Pedagang tetap bisa jualan. Saya minta pedagang tidak khawatir.¬† Sebab, semuanya akan segera ditanangi ,” ucap Pardjiman yang juga merupakan Lurah Pasar Induk Jatinom.

Saat ditemui Espos, Kamis (28/5), di ruang kerjanya di Pasar Induk Jatinom, Pardjiman mengatakan, jumlah pedagang secara keseluruhan di Pasar Gabus kurang lebih 300 orang. Dikemukakan dia, sekitar 100 pedagang yang menempati kios, sekitar 150 orang pedagang los dalam dan 50 pedagang lainnya berada di adegan bagian luar.

Menurut Pardjiman, pelaksanaan perbaikan Pasar Gabus antara lain karena desakan pedagang dan dari Komisi II DPRD Kabupaten Klaten. Dia menambahkan, masa pemeliharaan Pasar Gabus oleh pelaksana proyek, PT Kenshi Teruna Utama yaitu berakhir hingga 28 Juni mendatang.

“Untuk itu, saya sangat berharap perbaikan bisa segera selesai sebelum masa pemeliharaan Pasar Gabus oleh pelaksana habis waktunya. Sehingga pedagang tidak khawatir,” kata Pardjiman.

Ditemui terpisah, salah satu pedagang Sembako di Pasar Gabus, Warni, 40 mengemukakan sejak 3-4 hari lalu ada beberapa pekerja yang sedang melakukan perbaikan di Pasar Gabus. Warni sendiri mengaku atap kios nomor 39 yang ditempatinya tidak bocor ketika turun hujan.

“Memang ada kios yang bocor dan tidak. Kalau di tempat saya sendiri tidak bocor. Kondisinya berbeda-beda antara kios yang satu dan lainnya,” kata Warni.

nad

YAYASAN INTERNUSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…