Kamis, 28 Mei 2009 19:45 WIB News Share :

Gubernur tegaskan tak kampanye Pilpres

Semarang (Espos)–Gubernur Jateng, Bibit Waluyo menegaskan tak akan kampanye bagi pasangan Capres-Cawapres manapun, termasuk Megawati-Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009.

Meski begitu Bibit menyatakan akan menghadiri deklarasi tim sukses wilayah Jateng pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) Megawati-Prabowo di Solo, Jumat (29/5).

“Saya netral, tak akan ikut kampanye pada Pilpres mendatang. Saya sudah mendapat izin dari Ibu Megawati untuk tak ikut kampanye Pilpres,” ujar gubernur yang dicalonkan oleh PDIP pada Pilgub Jateng 2008.

Menurut Bibit, izin dari Megawati itu diperoleh setelah bertemu dengan Ketua Umum DPP PDIP bersama dengan kepala daerah lainnya di rumahnya Jl Teuku Umar, Jakarta, Sabtu (23/5). Sebelumnya Bibit Waluyo juga tak bersedia melakukan kampanye untuk PDIP pada Pemilu legislatif April 2009.     

Terpisah Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Rustriningsih membenarkan kalau gubernur akan datang pada deklarasi tim sukses wilayah Jateng Megawati-Prabowo.

“Pak Bibit telah memastikan akan hadir pada acara deklarasi Megawati-Prabowo di Solo besok,” kata Rustri panggilan Rustriningsih yang juga Ketua DPC PDIP Kebumen ini.
Lebih lanjut, Rustri yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Relawan Jateng Megawati-Prabowo menyatakan kegiatan deklarasi juga akan dihadiri para kepala daerah dari PDIP.

Dia menambahkan selaku ketua tim relawan akan berada di luar struktur tim sukses resmi yang diketahui Ketua DPD I PDIP Jateng, Murdoko.

“Tugas saya melakukan koordinasi dengan para tokoh masyarakat dan agama, serta elemen masyarakat lainnya,” ungkap dia.

oto

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…