Kamis, 28 Mei 2009 12:20 WIB Ah Tenane Share :

Bekas lipstik

ahtenane-280509Jon Koplo dan Lady Cempluk, pasangan muda yang tinggal di sebuah perumahan di Sukoharjo ini punya dua momongan, Tom Gembus dan Gendhuk Nicole yang imut dan lucu. Koplo adalah pekerja kantoran yang sangat sibuk, berangkat pagi dan pulang larut malam setelah anak-anak sudah tidur.
Suatu sore ndilalah Jon Koplo pulang gasik. Melihat bapaknya pulang, Tom Gembus, di anak mbarep, langsung ndhangkol. Koplo pun dengan antusias mencium dan menggendong Gembus. Sementara Lady Cempluk yang sedang memasak sambil menggendong Gendhuk Nicole buru-buru ikut keluar rumah dan mempersiapkan senyuman paling manis untuk sang suami.
Tapi tanpa dinyana, Cempluk mendadak cemberut demi melihat pakaian suaminya yang penuh bercak bekas lipstik. Karuan saja ia langsung mencak-mencak. Meski sudah mengelak, Koplo tak bisa berbuat apa-apa karena buktinya jelas.
Hingga beberapa hari lamanya mereka jothakan tidak saling tegur sapa. Cempluk merasa dikhianati suaminya, sedangkan Koplo yang merasa tak pernah main serong dibuat penasaran dengan bekas lipstik yang menempel di bajunya. Ia pun bertekad tidak akan mencuci bajunya sebelum teka-teki itu terjawab.
Sampai pada hari Minggu, saat Jon Koplo lagi asyik baca koran, tiba-tiba datang Tom Gembus sambil menangis, lalu merebut koran yang sedang dibaca bapaknya untuk mengusap pipinya yang penuh bekas lipstik.
”Ada apa, Le?” kata Jon Koplo.
”Ini lho Pak, mosok aku disayang terus sama mbak pembantu yang rambutnya kribo itu lho!” wadul Tom Gembus.
Kontan saja Jon Koplo kaget sekaligus senang bukan main. Setelah diteliti, ternyata bekas lipstik di koran itu sama persis dengan bekas lipstik yang ada di bajunya. Maka teka-teki yang memusingkan kepalanya itu terjawab sudah.
Oalaaah, ternyata bekas lipstik yang menempel di bajuku itu lipstik pembantu sebelah ta?” batin Gembus geli sendiri. Ia pun langsung mbengok memanggil isterinya untuk melakukan gencatan senjata, ”Mamaaa…!” Kiriman Yustina Eri Dwi Kurniawati, TK Marsudi Rini Solo, Perum Joho Baru Blok F/80 Sukoharjo.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…