Kamis, 28 Mei 2009 15:40 WIB Sport Share :

Barca tiru resep treble MU

Barcelona–Kesuksesan Barcelona menjuarai treble winners musim ini, bisa dikatakan berkat kesuksesan mereka “meniru” resep Manchester United ketika merebut tiga gelar sepuluh tahun silam. Apa itu?

Barcelona musim ini meraih tiga gelar. Titel ketiga direngkuh Kamis (28/5) dinihari WIB yakni juara Liga Champions. Barca mengangkat piala usai menundukkan MU 2-0. Juara Liga Champions melengkapi gelar Liga Spanyol dan Copa del Rey yang sudah direngkuh sebelumnya.

Materi Barcelona dalam merengkuh tiga gelar ini adalah pemain-pemain binaan sendiri. Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Victor Valdes, Lionel Messi, Xavi, Sergio Busquets, dan Gerrard Pique adalah contohnya.

Munculnya bintang-bintang ini mengingatkan pada kesukesan MU ketika merebut tiga gelar di musim 1998/99. Ketika itu mereka mengandalkan pemain-pemain binaan yang terkenal dengan sebutan “Class of 1992”. Ryan Giggs, Gary Neville, Philip Neville, Paul Scholes, dan David Beckham adalah pilar-pilar dari “Class of 1992”.

Bila diperhatikan, maka deretan nama-nama yang mendatangkan kejayaan itu adalah pemain lokal. Dari binaan Barca yang menghadirkan treble saat ini, sebagian besar adalah orang Spanyol. Sementara itu “Class of 1992” juga berisikan banyak orang Inggris.

“Di kompetisi apa pun, klub yang sukses pasti sudah melakukan banyak hal terhadap pemain-pemain lokalnya,” ujar Xavi Hernandez seperti dikutip dari situs resmi Barcelona.

“Kami sangat bangga karena banyak dari pemain-pemain binaan tumbuh bersama di lapangan. Ini menunjukkan bahwa sistem berjalan dengan baik,” timpal kapten Carles Puyol.

Saat ini MU bukannya tidak membina pemain. Namun kesempatan untuk para pemain muda untuk masuk ke tim utama tidaklah sebanyak “Class of 1992”. Hal ini dipengaruhi oleh regulasi di Inggris tentang batasan usia pemain muda.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…