Kamis, 28 Mei 2009 19:05 WIB Sragen Share :

9 Siswa keracunan makanan di sekolah

Klaten (Espos)–Sebanyak sembilan siswa  kelas IV Sekolah Dasar (SD) Negeri Karanganyar III, Kecamatan Sambungmacan, Sragen diduga mengalami keracunan makanan, Kamis (28/5).

Para siswa itu kemudian dilarikan ke Puskesmas Sambungmacan I lantaran mengalami mual dan pusing kepala setelah menyantap jajanan sekolah. Sementara aparat kepolisian Polsek Sambungmacan langsung meminta keterangan beberapa penjual jajanan untuk memastikan penyebab keracunan.

Informasi yang dihimpun Espos di lapangan menyebutkan sekitar pukul 09.00 WIB usai jam pelajaran olahraga para siswa istirahat dan membeli jajanan seperti bubur sumsum, es, bakso aci dicolok (Cilok) serta beberapa jajanan lain yang ada di depan sekolah. Tidak berselang lama setelah memakan makanan tersebut, para siswa mendadak langsung  mengalami mual dan pusing kepala.

Bahkan, mereka sempat mau muntah namun tidak bisa. “Setelah anak-anak makan jajanan di depan sekolah mukanya langsung pucat dan lemas. Bahkan rasanya mual sama pusing,” ujar guru olahraga SD N Karanganyar III, Sri Luwih kepada Espos.

Sementara itu menurut Kepala Puskesmas I Sambungmacan, dr Iin Dwi Yuliarti Mkes, pihaknya masih belum bisa memastikan jenis makanan apa yang menyebabkan keracunan. Petugas sendiri langsung mengambil sampel bermacam-macam jajanan
 yang jualan di depan sekolah tersebut untuk dikirim ke laboratorium kesehatan Semarang.

Sementara, Kapolsek Sambungmacan Sragen, AKP Suseno yang juga memantau langsung peristiwa keracunan di Puskesmas mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan meminta keterangan dari para penjual jajanan sekolah.

isw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…