Kamis, 28 Mei 2009 19:41 WIB Karanganyar Share :

30 Korban bencana batal terima bantuan

Karanganyar (Espos)–Sebanyak 30 korban bencana tanah longsor di Karanganyar pada akhir tahun 2007 lalu akhirnya gagal menerima bantuan.

Setelah diverifikasi oleh tim dari Pemkab Karanganyar, ternyata ke-30 nama yang terdaftar sebagai korban bencana itu tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan. Dijelaskan Bupati Karanganyar Rina Iriani, kriteria awal disebutkan bahwa yang menerima bantuan bencana senilai Rp 10 juta dari Menkokesra hanya korban yang rumahnya roboh total atau korban yang kehilangan tempat tinggalnya.
Data yang ada, terdapat sebanyak 326 nama yang menjadi calon penerima bantuan dari Menkokesra itu. Pada tahap pertama bulan lalu sudah dibagikan kepada sebanyak 90 kepala keluarga (KK). Tahap kedua diberikan hanya sebanyak 206 korban.

“Sedangkan sisanya yang sebanyak 30 orang itu tidak jadi memperoleh bantuan. Dari hasil verifikasi terakhir, disimpulkan 30 nama itu tidak masuk kriteria penerima bantuan, sehingga tidak diberi bantuan,” kata Rina kepada wartawan di Rumah Dinas Bupati, Kamis (28/5).

Seusai menyerahkan bantuan kepada korban bencana, Rina menegaskan, Pemkab memang melakukan verifikasi secara ketat atas penerima bantuan tersebut. Bahkan, proses verifikasi dilakukan hingga lima kali. Di antaranya tiga kali dilakukan bersama dengan Tim Sekretaris Wapres, Kantor Menkokesra, dan dari Provinsi Jateng.

“Karena itulah pemberian bantuan menjadi agak lama. Bahkan sampai ada demo warga Mogol yang saat itu diprovokasi untuk menanyakan kapan dana tersebut dicairkan. Prinsip kami berpegang pada aturan dan tidak ingin ada kesalahan dalam pembagian dana bantuan bencana. Jangan sampai orang yang tidak menjadi korban juga mendapatkan santunan,” tandas dia.

dsp

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…