Rabu, 27 Mei 2009 12:25 WIB Feature,Ekonomi Share :

Subsidi BBN diusulkan Rp 1,245 triliun

Jakarta–Asosiasi produsen biofuel Indonesia (Apobri) mengusulkan tambahan subsidi Bahan Bakar Nabati sebesar Rp 1,245 trilun dengan total volume BBN sebesar 777.075 KL dalam RAPBN 2010.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Pusat Apobri, Lisminto, volume kuota biodiesel sesuai mandatory BBN yaitu sebesar 5 persen dari asumsi kuota BBM bersubsidi dalam asumsi RAPBN 2010 yaitu 562.534 KL per tahun.

Dengan harga Indonesia biodiesel sebesar Rp 6.880-7.040 per liter, Lisminto menyatakan besaran subsidi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.660 per liter. Apobri menggunakan asumsi crude US$ 70 per barel dan MOPS solar Rp 5.300 per liter.

“Berarti tambahan anggaran untuk subsidi biodiesel Rp 934 miliar,” ujar Lisminto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, jakarta, Rabu (27/5)

Sedangkan untuk bioethanol, tutur Lisminto, mengacu pada mandatori BBM yang ditetapkan pemerintah sebesar 1 persen dari volume BBM bersubsidi jenis premium dalam asumsi RAPBN 2010 maka volume bioethanol sekitar 214.541 KL per tahun. Dengan harga Indonesia bioethaonol Rp 6.500-7.500 per liter maka tambahan subsidinya sekitar Rp 311 miliar.

“Angka itu dihitung dengan menggunakan asumsi crude US$ 70 per barel dan MOPS premium Rp 5.300 per liter,” jelasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…