Rabu, 27 Mei 2009 14:41 WIB News,Feature Share :

SBY
Belum perlu keluarkan Perpu Tipikor

Jakarta—Mengeluarkan perpu akan menjadi langkah terakhir sebagai landasan hukum untuk Pengadilan Tipikor. Pihak pemerintah dan DPR sepakat untuk mengoptimalkan periode tugasnya tersisa untuk menyelesaikan pembahasan RUU Tipikor.

Demikian jawab Presiden SBY tentang wacana pengeluaran perpu tipikor. Ini dia sampaikan seusai mengikuti rapat konsultasi dengan pimpinan DPR tentang RUU yang belum tuntas, Rabu (27/5).

“Kalau itu perlu dan urgensinya tinggi, tentu kita keluarkan perpu. Tapi ya jangan sedikit-sedikit perpu padahal masih ada ruang dan waktu untuk kita selesaikan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta.

Hal serupa disampakan oleh Ketua DPR Agung Laksono. Dia optimistis RUU Tipikor yang proses pembahasannya sedang berjalan, akan tuntas sebelum berakhirnya periode tugas DPR pada 30 September 2009.

Namun bila memang tenggat waktu itu tidak terpenuhi, ada mekanisme lain yang akan berlaku. Bahwa tugas pengesahan RUU Tipikor masuk dalam program legislasi nasional yang ajdi tugas DPR periode 2009-2014.

“MK di dalam putusannya menyebutkan pengadilan tipikor harus ada selambatnya 11 Desember 2009,” ujarnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…