Rabu, 27 Mei 2009 15:55 WIB Feature,Boyolali Share :

Polisi akan lakukan tes kejiwaan terhadap Prakas

Boyolali (Espos)–Aparat Polres Boyolali akan melakukan tes kejiwaan terhadap diri Prakas Agung Nugroho, 27, yang disangka telah melakukan pembunuhan terhadap Gilang Setiawan dan Dwi Suparno. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka.

“Dalam dua hari ini tersangka akan dilakukan tes oleh psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya apakah ia termasuk psikopat atau tidak,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho kepada wartawan, Rabu (27/5).

Kapolres mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dengan psikiater yang  kemungkinan besar diambil dari Solo. Belum disebutkan siapa psikiater yang memeriksa tersangka.

“Kami masih mempertimbangkan apakah tersangka yang akan dibawa ke psikiater, atau sebaliknya, psikiater yang datang kesini,” ujarnya lagi.

Sementara berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini, menurut Kasat Reskrim, AKP Asnanto, kondisi kejiwaan tersangak stabil. Ini dilihat dari runtutnya jawaban yang diberikan tersangka dari pertanyaan yang diajukan penyidik. Meski demikian untuk lebih memastikan, diperlukan adanya tes psikologi.

Disinggung mengenai pembongkaran makam di Desa Purwosari, Kecamatan Panggang, Gunungkidul yang diduga kuat makam Dwi, Kapolres mengatakan akan dikoordinasikan dengan Polres Gunungkidul. Ia juga masih mempertimbangkan perlu tidaknya melakukan pembongkaran mengingat sudah hampir bisa dipastikan makam tersebut adalah makam Dwi, berdasarkan kecocokan keterangan warga dengan tersangka.

Namun menurut sumber, kemungkinan besar pembongkaran makam dilakukan paling cepat Sabtu besok atau paling lambat pertengahan pekan depan.

“Perlu tidaknya dibongkar, kami lihat dulu koordinasi dengan kepolisian setempat (Gunungkidul). Kalau diperlukan tes DNA, akan kami lakukan,”
tuturnya.

Sementara mengenai kecurigaan warga mengenai keberadaan sumur dan septic tank di dekat kediaman  tersangka yang diduga dijadikan lokasi mengubur mayar koban Prakas lainnya, Kapolres mengaku belum akan menindaklanjuti.

Ia mengatakan permintaan warga agar polisi menggali sumur itu tidak serta merta dilakukan, mengingat belum adanya alat bukti yang cukup yang dijadikan dasar penggalian.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…