Rabu, 27 Mei 2009 20:37 WIB Solo Share :

APAN lakukan investigasi Vastenburg

Solo (Espos)–Aliansi Penyelamatan Aset negara (APAN) secepatnya akan melakukan investigasi untuk menghimpun pengakuan saksi dan data-data untuk menguatkan tudingan terjadinya pengrusakan di kawasan Benteng Vastenburg.

Hal tersebut disampaikan Koordinator APAN, Winarso, saat ditemui wartawan, di sela-sela mimbar terbuka penyelamatan Vastenburg di Bundaran Gladak, Rabu (27/5). Menurut Winarso, pengakuan saksi serta data-data tersebut bakal diberikan kepada pihak kepolisaian, sekaligus untuk mendesak polisi meningkatkan status kasus tersebut dari penyidikan menjadi penyelidikan.

“Kita akan kumpulkan data dari para pelaku sejarah, apa saja yang ada dalam benteng sebelum dan setelah tahun 1991. Juga akan kita kroscek bagaimana kondisi sekarang. Selain itu, data-data, baik dari museum dan orang-orang pernah masuk ke dalam benteng. Investigasi direncanakan mulai Juni,” urai Winarso.

Tak hanya melakukan investigasi, perwakilan APAN juga direncanakan mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Juni mendatang. Pertemuan dengan pejabat BPKP tersebut, diharapkan Winarso, menjadi pertimbangan mereka dalam memberikan rekomendasi izin mendirikan bangunan (IMB) Benteng Vastenburg. “Kami ke sana untuk menunjukkan fakta-fakta di lapangan, agar BPKP tidak mendorong keluarnya IMB,” imbuh dia.

Di lain pihak, APAN mendorong Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) untuk segera bersikap. Pasalnya, menurut Winarso, persoalan Vastenburg semakin berlarut-larut, sehingga mengancam kondisi Vastenburg sendiri.

Sementara itu, anggota APAN, Rusharjanto dalam orasinya kembali mengajak warga Solo untuk mendukung upaya penyelamatan Vastenburg. Dia menegaskan, tiga tuntutan APAN, yakni pengembalian Benteng Vastenburg pada negara, meminta negara/pemerintah bertanggung jawab terhadap pengelolaan Vastenburg dan desakan agar pengrusakan situs cagar budaya, Benteng Vastenburg, segera diusut tuntas.

Selama mimbar terbuka digelar, APAN menyebarkan puluhan leaflet berisi ajakan penyelamatan Vastenburg. Leaflet disebarkan kepada para pengguna jalan yang melintasi Jl Slamet Riyadi.

tsa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…