Selasa, 26 Mei 2009 15:06 WIB Internasional Share :

Usai ledakkan nuklir, Korut akan uji coba rudal

Seoul–Korea Utara Selasa dilaporkan menjelang melakukan uji penembakan lagi rudal-rudalnya, suatu tindakan yang memicu ketegangan-ketegangan setelah uji coba bom nuklirnya yang kedua menuai kecaman di seluruh dunia.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) mengadakan suatu pertemuan darurat untuk mempertimbangkan pilihan-pilihan, setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklirnya Senin.

Rusia memperkirakan, uji coba nuklir Korea Utara terakhir itu hampir sekuat bom-bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Dewan mengatakan, suatu uji cona nuklir merupakan pelanggaran jelas hukum internasional, dan karena itu hendaknya segera dinuat satu resolusi baru yang akan mengenakan sanksi-sanksi baru kepada Korea Utara, yang kini telah melakukan dua kali percobaan bom nuklir dalam tempo tiga tahun.

“Resolusi ini harus memasukkan sanksi-sanksi baru sebagai tambahan yang sudah ditetapkan sebelumnya, karena tindakan demikian harus dibayar mahal,” kata wakil duta besar Prancis di PBB.

Rusia memperkirakan kekuatan ledakan bawah tanah Senin itu mencapai 20 kilo ton, yang berarti jauh lebih kuat ketimbang uji coba mereka yang pertama pada Oktober 2006, yang sekaligus mengumumkan bahwa negara komunis yang miskin itu telah bergabung dengan kelompok negara-negara kekuatan nuklir dunia.

Korea Utara mengatakan, percobaan terakhirnya itu memberi sumbangan terhadap pembelaan terhadap kedaulatan negara dan bangsa serta sosialisme, dan menjamin perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea serta kawasan.

Korea Utara telah berulang kali mengatakan, pihaknya ingin mencegah terjadinya serangan oleh AS, yang diyakini ingin menumbangkan rezim Kim Jong-Il, serta hampir enam tahun perundingan-perundingan perlucutan nuklir yang tidak mampu menghentikan program nuklirnya.

Pada April, Pyongyang melakukan uji tembak roket jangka panjangnya, yang oleh para kritikus dikatakan bahwa nyatanya yang diluncurkan adalah rudal balistik. Korea Utara juga akan melakukan uji coba peluncuran tiga rudal jarak pendeknya setelah ledakan percobaan nuklir.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengatakan, Korea Utara sedang mempersiapkan penembakan rudal jarak dekatnya lagi, Selasa atau Rabu.

Yonhap mengutip satu sumber pemerintah di Seoul yang mengatakan, Pyongyang telah mengumumkan bahwa bagian dari perairan lepas pantai Laut Kuning telah dibatasi untuk perlintasan kapal-kapal.

Beberapa analis juga mengisyaratkan, bahwa Kim akan menggunakan uji coba nuklirnya untuk memperkuat tangannya di dalam negeri, yang agak goyang setelah mendapat sanksi-sanksi lagi, atau kecaman-kecaman internasional.

Pemimpin berumur 67 tahun tersebut secara luas dilaporkan menderita stroke pada Agustus lalu, yang kemudian memicu spekulasi di luar negeri mengenai penggantiannya.

“Ini adalah bagian dari meningkatnya dukungan Kim terhadap rezimnya, dari kalangan dalam dan masyarakat umum,” kata PeterĀ  Beck, seorang pakar Korea pada Universitas Amerika di Washongton, kepada AFP.

Dinamika internal dalam negeri lebih diutamakan dari pada faktor-faktor luar. Namun untuk kali ini, bahkan China, anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan satu-satunya sekutu utama Korea Utara, mengecam keras percobaan bom nuklir yang terakhir itu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…