Selasa, 26 Mei 2009 11:37 WIB Pendidikan Share :

Unesco sarankan BOS ke kalangan pendidikan dunia

Bandung–Kalangan internasional memberi penghargaan pada berbagai program pemerintah di bidang pendidikan. Program itu sukses meningkatkan angka partisipasi murni pendidikan dasar dan menengah.

Program tersebut adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS buku, Bantuan Khusus Murid (BKM) dan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM). Termasuk berbagai beasiswa dan wajib belajar 9 tahun.

“UNESCO telah mengakuinya sebagai best practice yang patut dicontoh oleh negara-negara lain,” tutur Mendiknas Bambang Sudibyo dalam puncak peringatan nasional Hardiknas, di Sabuga, Bandung, Selasa (26/5).

Jumlah siswa SD dan MI se-Indonesia saat ini mencapai 28 juta orang serta SMP dan MTs 12 juta. Untuk angka partisipasi masing-masing adalah sebesar 95,14% dan 96,18%.

Sementara jumlah siswa SMA, SMK dan MA lebih dari 5,1 juta orang. Jumlah mahasiswa mencapai 4,3 juta orang.

“Persentase buta aksara di atas usia 15 tahun turun dari 10,21% pada 2004 menjadi 5,97% pada 2008,” imbuh Mendiknas.

Semua prestasi itu tidak lepas dari upaya pemerintah daerah melaksanakan program wajib belajar 9 tahun. Sebagai bentuk apresiasi, Presiden SBY menyerahkan penghargaan Widyakrama pada 10 kepala daerah yang berhasil menuntaskan program itu dengan baik.

Untuk tingkat provinsi, penghargaan diberikan pada Gubernur Bangka Belitung, Sumsel dan Kepulauan Riau. Tingkat kab/kota, diberikan pada Pasaman Barat, Pangkep, Bengkulu Selatan, Depok, Banjarmasin, Batam dan Tasikmalaya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…