Selasa, 26 Mei 2009 11:32 WIB Feature,Hukum,News Share :

Terdakwa meninggal, KPK tempuh jalur perdata

Jakarta–Terdakwa kasus dugaan korupsi alat berat Yusuf Setiawan meninggal dunia. Secara hukum, proses pidana bagi Yusuf selesai, namun ia tetap bisa dijerat dengan hukuman perdata.

“Kita akan menempuh jalur perdata untuk mengembalikan kerugian negara,” kata Direktur Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ferry Wibisono di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Ferry sesuai undang-undang, jika seorang terdakwa meninggal dunia maka hakim akan memutuskan perkara tersebut dikembalikan. Sedangkan kerugian negara, jika nanti terbukti, maka akan dibebankan pada ahli waris.

“Kita akan menyerahkan ke jaksa pengacara negara untuk kemudian diteruskan lewat jalur perdata di Kejaksaan,” tutupnya.

Sebelumnya Yusuf meninggal dunia di RS Medistra pada dini hari tadi. Ia diduga menderita demam berdarah. Saat ini mantan ketua Kadin Depok tersebut  sedang menjalani persidangan pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
HUMAN RESOURCE DEPARTMENT MANAGER, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…