Selasa, 26 Mei 2009 19:50 WIB Sukoharjo Share :

Seluruh PPS Bendosari ancam mundur

Sukoharjo (Espos)–Seluruh panitia pemungutan suara (PPS) di Kecamatan Bendosari mengancam mundur dari penyelenggaraan Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

Langkah itu ditempuh, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo tetap ngotot meminta PPS untuk mengembalikan kelebihan dana belanja barang entry data pemutakhiran daftar pemilih sementara (DPS) hingga rencana daftar pemilih tetap (RDPT) yang terlanjur diterima.

Penegasan itu dituangkan secara resmi lewat surat pertanyaan sikap PPS Bendosari yang diketahui dan disetujui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bendosari menanggapi surat KPU Sukoharjo nomor 189/KPU-Sukoharjo/V/2009 tanggal 18 Mei lalu.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani dan dibubuhi stempel 14 PPS se-Bendosari menyebutkan, PPS menolak dan tidak sanggup mengembalikan dana entry tersebut lantaran DPS, DPSHP dan RDPT telah dikirim ke KPU Sukoharjo.

Alasan lainnya, lantaran pagu anggaran entry data yang diterima telah sesuai dengan pagu anggaran dari KPU Pusat, terlebih anggaran yang telah diterima sudah digunakan untuk pelaksanaan pemutakhiran data dan entry data, sehingga dana habis sesuai dengan pos anggaran masing-masing.

Selain itu, alasan penarikan kembali dana entry data dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas sehingga menunjukkan ketidakprofesionalan KPU Sukoharjo.

m78

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…