Selasa, 26 Mei 2009 17:53 WIB Klaten Share :

Pedagang pertanyakan kelayakan konstruksi Pasar Delanggu

Klaten (Espos)–Paguyuban Pedagang Pasar Delanggu (P3D) mempertanyakan kelayakan konstruksi bangunan baru Pasar Delanggu hasil revitalisasi tahun 2008 lalu. Pasalnya uji konstruksi yang dilakukan pihak pengembang dinilai pedagang tak sesuai prosedur. Demikian Disampaikan Sekretaris P3D, Sri Purwanti saat ditemui Espos Selasa (26/5).

“Uji konsruksi yang sebelumnya dilakukan hanya dengan mencoba truk pengangkut pasir melintas di jalur yang menuju lantai II pasar. Bila uji dilakukan begitu sederhana mana bisa meyakinkan pedagang,” ujarnya.

Sri Purwanti melanjutkan, ketidakpercayaan pedagang terhadap kekuatan konstruksi bangunan Pasar Delanggu juga merupakan alasan keengganan pedagang menempati kembali kios atau los yang disediakan.

“Kalau memang ingin menggeliatkan perdagangan ya perlakukan pedagang secara proporsional. Bukankah revitalisasi itu untuk pedagang? Maka perlakukan pedagang sebagai subyek, bukan semata obyek. Bila tidak demikian, hingga sampai masa mendatang pun pedagang akan enggan pindah,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Bupati Klaten, Sunarna SE dan investor lah yang salah dari gagalnya revitalisasi Pasar Delanggu. Pemkab Klaten terkesan adigang, adigung dan adiguna selama proses revitalisasi dengan tidak mengakomodasi aspirasi pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Industri Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop & UMKM) Klaten, Sukojo menjamin bangunan Pasar Delanggu yang terdiri dua lantai, aman atau layak ditempati.

kur

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…