Selasa, 26 Mei 2009 15:38 WIB Feature,Pendidikan Share :

Mendiknas serahkan peta bahasa NKRI ke SBY

Bandung–Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyerahkan Peta Bahasa yang memuat kumpulan bahasa daerah dari Sabang sampai Merauke kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai dokumen resmi kekayaan bahasa di Indonesia.

Penyerahan Peta Bahasa di Indonesia dari Mendiknas kepada Presiden dilakukan pada acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2009 di Sasana Budaya Ganesa ITB, Bandung, Selasa (26/5).

Bambang Sudibyo mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa yang merupakan kekayaan yang tidak terhingga.

“Dari kajian atas 2.815 daerah pengamatan, Indonesia memiliki tidak kurang dari 442 bahasa daerah,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar warga negara Indonesia terlahir dwibahasa. Di samping bahasa daerah, seluruh masyarakat dituntut menguasai Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.

“Bahasa daerah di sebagian masyarakat berfungsi sebagai bahasa ibu dan saat ini sebagian bahasa ibu mulai terancam punah. Kecenderungan ini juga terjadi di negara lain, sebagai dampak globalisasi,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dr Dendy Sugondo mengatakan, penyusunan peta bahasa itu berlangsung selama 15 tahun karena proses pengumpulan data bahasa ibu dari satu
daerah ke daerah lain mengalami kendala geografis.

Penelitian tentang bahasa daerah atau bahasa ibu  bertujuan untuk memetakan bahasa sebagai budaya dan sarana mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa daerah dari 17.508 pulau.

“Melalui bahasa kita bisa membuat peta budaya dan wilayah NKRI. Ini suatu senjata paling kuat, yaitu peta budaya, bukan hanya peta wilayah,” katanya.

Dendy mengatakan, selama penelitian diperoleh data adanya enam bahasa daerah yang sudah punah. Bahasa-bahasa tersebut berada di daerah Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku.

Bahasa- bahasa tersebut terutama yang memiliki penutur di bawah 100 orang.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…