Selasa, 26 Mei 2009 20:17 WIB Pendidikan Share :

Kepsek SD N Ngoresan
Sekolah belum pernah mendapat DAK

Solo (Espos)--Kepala Sekolah Dasar Negeri Ngoresan, Enie Jatmikaningtyastuti SPd mengaku selama SD N Ngoresan berdiri belum pernah mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah.

Saat ditemui Espos di kantornya, Selasa (26/5), Enie mengatakan satu-satunya bantuan dana dari pemerintah adalah melalui program dekonstruksi pada 2006 silam. Menurutnya besar bantuan dekontruksi dari Pemerintah Provinsi itu senilai Rp 200 juta. Ia mengatakan, sejumlah bantuan dana itu dialokasikasikan untuk merenovasi secara total sebanyak dua kelas, renovasi tambal sulam sebanyak tiga kelas, serta pembelian mebel berupa meja dan kursi sebanyak dua kelas.

“Sebanyak dua kelas terpaksa kita robohkan karena bangunannya tidak layak lagi untuk dilakukan tambal sulam sehingga kami harus membangun dua kelas itu dari awal lagi,” papar Enie.

Enie menambahkan, untuk bangunan kelas II dan III waktu itu memang bukan menjadi prioritas renovasi gedung. Menurutnya, pada saat pembangunan gedung dimulai yakni tahun 2006, kondisi kelas II dan III masih layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sementara itu, Kepala Bidang SD dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Disdikpora, Joni hari Sumantri mengaku tidak bisa memberikan keterangan terkait pengajuan DAK dari Kepsek SD N Ngoresan, Enie Jatmikaningtyastuti SPd. Menurutnya, untuk pengajuan DAK yang bisa memberikan keterangan adalah Kepala Disdikpora, Drs H Amsori SH MPd.

Seperti diberitakan SOLOPOS, Selasa (26/5),dua dari enam kelas SD Negeri Ngoresan terancam roboh. Meskipun bahaya mengancam, sebanyak 99 siswa tetap menggunakan kelas itu untuk belajar. Mereka tetap belajar, meskipun dengan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan.

m82

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…