Selasa, 26 Mei 2009 11:01 WIB Feature,Ekonomi Share :

Indeks saham BEI tembus 1.900 poin

Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan pasar naik hingga di atas 1.900 poin, karena aktifnya pelaku pasar membeli saham unggulan dan saham murah sehingga mengalami kenaikan.

Indeks BEI naik 0,56 persen atau 10,564 poin menjadi 1.901,169 poin dan indeks LQ-45 menjadi 369,530 bertambah 1,920 poin atau 0,52 persen.

Pialang PT Millenium Danatama, Ahmad Riyadi mengatakan di Jakarta Selasa (26/5), kenaikan indeks BEI karena pelaku pasar membeli saham terutama saham industri otomotif dan saham perbankan dan saham pertambangan.

Kenaikan itu terutama dipicu membaiknya harga komoditas di luar negeri seperti harga minyak mentah yang mencapai 60 dolar AS per barel. Harga minyak mentah dunia itu diperkirakan akan bisa mencapai angka 80 dolar per barel, katanya.

Menurut dia, indeks BEI pada pagi nanti diperkirakan akan terus menguat menjauhi angka 1.900 poin, karena kuatnya permintaan pasar terhadap saham terutama saham-saham murah.

“Kami optimis pelaku pasar akan tetap memburu saham-saham di pasar modal sehingga memicu indeks BEI tetap berada di atas 1.900 poin, ” ucapnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga komoditas itu diperkirakan akan dapat meningkatkan komoditi Indonesia di pasar ekspor. Namun kenaikan harga minyak dunia yang diperkirakan akan berlanjut dikhawatirkan akan menggerus cadangan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang telah dipersiapkan pemerintah.

Harga saham Astra Internasional naik Rp 150 menjadi Rp 19.800, saham Bukit Asam naik Rp 150 menjadi Rp 16.900, dan saham United Tractor naik Rp 100 menjadi Rp 9.900 per saham.

Selain saham BCA, BNI dan Telkom masing-masing naik Rp 50 per saham dan peluang indeks BEI untuk naik pada perdagangan pagi ini sangat besar, ucapnya.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…