Selasa, 26 Mei 2009 15:41 WIB News Share :

Hotspot di Riau capai 159 titik

Pekanbaru–Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, menyatakan titik api (hotspot) di Provinsi Riau capai 159 titik.

“Hotspot di Riau sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau mencapai 159 titik,” kata staf analisa BMKG Kota Pekanbaru, Warih Lestari di Pekanbaru, Selasa (26/5).

Warih menjelaskan, berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 diketahui bahwa 159 hotspot terdeteksi di 11 dari 12 kabupaten/kota yang ada di Riau.

Sebelas kabupaten/kota tersebut diantaranya adalah Kabupaten Rokan Hilir 55 titik, Kabupaten Pelelawan 24 titik, Kabupaten Rokan Hulu 17 titik, Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu masing-masing 13 titik api.

Selain itu, di Kabupaten Bengkalis terdapat 11 titik api, Kabupaten Kampar 10 titik api, Kabupaten Siak tujuh titik api, Kabupaten Indragiri Hilir enam titik, Kota Pekanbaru satu titik, dan Kota Dumai dua titik. “Totalnya menjadi 159 titik api,” katanya.

Banyaknya titik api tersebut telah mengakibatkan kemunculan kabut asap di sejumlah wilayah di Provinsi Riau.

BMKG juga menyatakan bahwa tingkat kekeringan dan indeks potensi penyulutan api di Riau masih dalam level ekstrim.

Karenanya, BMKG mengimbau kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara bakar.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…