Selasa, 26 Mei 2009 11:52 WIB Sport Share :

Haryanto Arbi tolak melatih karena kurang diperhatikan

Batam–Mantan pebulutangkis nasional yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia Hariyanto Arbi menolak menjadi pelatih, karena menurutnya pemerintah kurang memperhatikan nasib pelatih.

“Penghargaan yang diberikan untuk pelatih kurang, lebih baik jadi pengusaha,” kata Hariyanto Arbi di Batam, Selasa (26/5).

Secara materi, kata dia, timbal balik yang diberikan pemerintah kurang memadai. Pelatih kurang dihargai.

“Sementara kita punya anak dan isteri untuk dibiayai. Rasanya tidak mungkin mengandalkan hidup dari melatih,” kata pemilik perusahaan penyedia perlengkapan bulutangkis Flypower itu.

Menurut juara All England 1993 dan 1994, pemerintah setengah hati memperhatikan pelatih, sehingga banyak mantan atlet yang menolak melatih.

Namun, ia tidak mengelak, bahwa ada keinginan untuk menjadi pelatih yang dapat membuahkan atlet handal, meski hasrat tersebut harus dipendam demi materi.

Sebelumnya, pasangan peraih medali emas Olimpiade Alan Budikusuma dan Susy Susanti juga memilih menjadi pengusaha perlengkapan olahraga bulutangkis.

“Saya pikir, alasan Alan dan Susy sama dengan saya, karena menjadi pelatih kurang prospektif,” kata dia.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…