Selasa, 26 Mei 2009 17:14 WIB Feature Share :

Diduga dibunuh, seorang santri ditemukan tewas di dalam sumur

26santri1

Espos/Arif Fajar S

-Setelah dicari selama dua hari, seorang santri pondok pesantren (Ponpes) di Desa Menawan, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Arif Jamaludin, 17, ditemukan tewas di sumur di lingkungan pasar hewan, Ketitang, Kecamatan Godong, Selasa pagi (26/5).

Ketika ditemukan oleh petugas pasar hewan, Paidi, kondisi mayat korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Sementara tubuhnya sudah melepuh dan kembung dan terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.

Dugaan sementara korban yang merupakan warga Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak merupakan korban pembunuhan yang sengaja dibuang oleh pelaku dengan cara dimasukan ke dalam sumur sedalam enam meter.

Kapolres Grobogan AKBP Drs Isnaeni Ujiarto didampingi Kasatreskrim AKP I Nyoman Widiana yang mengecek kondisi korban di kamar jenazah RSD dr R Sujati Purwodadi, kepada Espos menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Dari pemeriksaan sementara terhadap tubuh korban dan lokasi kejadian, lanjut Kapolres, ada dua kemungkinan penyebab kematian korban. Pertama Arif merupakan korban pembunuhan, atau korban terpeleset dan tercebur ke sumur saat mengambil air.

“Pada tubuh korban, ditemukan luka di bagian kepala, tengkuk dan punggung. Apakah luka tersebut bekas penganiayaan atau merupakan luka benturan akibat tubuh korban tercebur ke dalam sumur, itu masih kita selidiki,” terang Kapolres.

Sementara menurut Sutiklan paman korban, sebelum ditemukan tewas keponakannya sempat pulang, Kamis malam (21/5), kemudian pulang ke Ponpes lagi. Setelah itu Minggu (24/5), keponakannya itu pamit pulang dari pondok dengan meminjam sepeda motor temannya.

“Setelah itu keluarga tidak tahu korban pergi kemana, kami sempat mencari Senin (25/5) dengan menanyakan ke sejumlah temannya, tapi tidak ada yang tahu hingga akhirnya kami menerima kabar ini,” tutur Sutiklan.

Terpisah Kapolsek Godong AKP Sutamto menjelaskan, penemuan jenazah korban berawal ketika saksi Paidi mencium bau menyengat dari arah sumur. Kemudian menghubungi Polsek Godong.

“Polisi bersama tim medis kemudian mengecek lokasi ternyata ditemukan mayat di dalam sumur tersebut. Apakah merupakan korban pembunuhan atau bukan kami masih menyelidikinya,” tegas Kapolsek.

rif

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…