Selasa, 26 Mei 2009 16:57 WIB Feature,Boyolali Share :

5 Pasangan tak resmi terjaring operasi Pekat

27razia2

Espos/Aeranie Nur Hafnie

Boyolali (Espos)–Sebanyak lima pasangan tak resmi digelandang petugas Polres Boyolali dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah hotel di kawasan Boyolali Kota dan Teras, Selasa (26/5).
Dalam operasi ini, petugas melakukan penyisiran di tiga hotel yang berlokasi di wilayah Boyolali Kota dan satu hotel di kawasan Teras.

Dalam operasi di Hotel Puri Merbabu, Boyolali, petugas merazia satu pasangan tak resmi, yakni pasangan Js, 37, warga Kadirejo, Teras dan Dn, 30, warga Tegalrejo, Sawit.

Sementara di Hotel Mina, Boyolali, petugas merazia tiga pasangan tak resmi. Mereka adalah By, 40, warga Sawit dan Dp, 41, warga Polanharjo, Klaten; Sy, 35, warga Keposong, Musuk dan pasangannya Hn, 33, warga Nepen, Teras; Th, 23, warga Dlingo, Mojosongo dan Un, 20, warga Blumbang, Klego.

Sedangkan di HotelSetia Rahayu, Teras, petugas menangkap satu pasangan tak resmi, yakni Sk, 29,warga Jombong, Cepogo dan pasangannya Sp, 23, warga Wedi, Klaten. Sementara tidak ditemukan pasangan tak resmi pada operasi di Hotel Mutiara, Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Agus Suyo Nugroho melalui Kasat Samapta AKP Suwardiyono, mengatakan operasi ini digelar dalam rangka memberantas penyakit masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bagian dari operasi Pekat yang dilakukan jajaran Polres Boyolali,” ujar Suwardiyono kepada wartawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, semua pasangan tak resmi yang terjaring dalam operasi ini dikenai tindak pidana ringan (Tipiring). Dia menambahkan, pada Senin (25/5), pihaknya juga melakukan operasi di Hotel Ken Dedes, Ampel dan merazia satu pasangan tak resmi yang langsung disidangkan Tipiring. Para pasangan tak resmi ini dijerat tindakan pidana ringan terkait perselingkuhan atau tindakan asusila.

Sementara salah satu pasangan tak resmi yang terazia, By, mengaku pasangannya yang tertangkap bersamanya ini adalah pacar pertamanya semasa muda. Bapak satu orang anak ini menyadari perbuatannya yang telah mengkhianati isterinya.

anh

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…