Senin, 25 Mei 2009 16:24 WIB Internasional Share :

Thailand alami resesi di kwartal pertama

Bangkok–Perekonomian Thailand memasuki resesi di kuartal pertama tahun ini karena pertumbuhannya menyusut 7,1 persen akibat merosotnya ekspor dan impor, menurut data resmi yang dikeluarkan, Senin.

Data yang dikeluarkan Badan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional dan menunjukkan bahwa data itu menjadikan untuk dua kuartal berturut-turut produk domestik bruto (PDB) turun, setelah mengalami kontraksi sebesar 4,3 persen pada akhir 2008.

“Pertumbuhan mengalami kontraksi untuk dua kuartal berturut-turut sehingga dapat dikatakan bahwa Thailand berada dalam periode resesi,” kata Ampon Kittiampon, Sekjen di lembaga pemerintah itu.

Badan itu juga merevisi penurunan perkiraan pertumbuhan untuk 2009 menjadi antara minus 2,5 dan 3,5 persen dari sebelumnya nol sampai minus satu persen.

Ampon mengatakan penyusutan menjadi lebih parah dari kuartal keempat 2008 karena berlanjutnya krisis ekonomi dunia yang berdampak pada ekspor barang dan jasa utama Thailand.

Namun Ampon mengatakan perekonomian Thailand akan kembali pulih mulai kuartal ketiga karena membaiknya situasi dunia dan paket stimulus ekonomi pemerintah.

Dia mengingatkan bahwa jika fase kedua upaya stimulus tidak dimulai September, negara akan menghadapi berlanjutnya kontraksi sampai 3,5 persen.

Ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…