Senin, 25 Mei 2009 16:01 WIB Karanganyar Share :

Tertimpa kijing saat gali kuburan, 1 Orang tewas

Tertimpa kijing saat gali kuburan, 1 Orang tewas

Karanganyar (Espos)–Satu orang warga tewas seketika dan seorang lainnya menderita luka-luka setelah tertimpa konstruksi kijing yang ambrol di tempat pemakaman umum (TPU) Mlokolegi, Dusun Gedong, Desa Ngadirejo,
Mojogedang, Karanganyar, Senin (25/5). Korban tewas adalah Sukatno, 58, warga Grogol RT 02/RW III, dan korban selamat yakni Reso Kartono Tukiran, 55, yang juga tercatat masih satu kampung dengan Sukatno.

Kendati selamat, namun Reso terpaksa dilarikan
ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar lantaran menderita luka cukup parah pada kakinya.

Informasi yang dihimpun Espos di tempat kejadian perkara (TKP), pada saat kejadian, kedua korban sedang berada di dalam liang lahat berkedalaman 1,5 meter yang baru saja selesai digali untuk persiapan pemakaman Atmo Pawiro, warga Grogol RT 01/RW III. Atmo yang meninggal
pada malam hari sebelumnya rencananya akan dimakamkan pada pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB.

Sejak pukul 07.00 WIB, korban bersama warga setempat bergotong-royong di TPU untuk menyiapkan liang lahat. Pada awalnya proses penggalian liang kuburan berjalan lancar. Namun hujan deras sempat turun pada pagi itu. Semalam, hujan juga turun cukup deras. Pada saat liang lahat sudah hampir siap, sekitar pukul 09.00 WIB, tiba-tiba konstruksi kijing makam Saiman Karyo Dikromo yang lokasinya ada di samping liang lahat ambruk ke kiri dan jatuh ke dalam liang lahat. Apesnya, pada
saat itu Sukatno dan Reso masih berada di dalam liang.
Reso yang cukup sigap mengetahui ambrolnya kijing itu sempat menghindar ke samping, namun salah satu kakinya tetap tertimpa kijing.

Malang bagi Sukatno, yang tidak siap dengan kejadian itu. Kijing beton itu langsung menghujam keras ke dadanya, yang membuatnya tak berkutik. Korban pun tewas seketika di dalam liang dalam kondisi masih berdiri. Kejadian itu cukup mengagetkan semua warga yang ada di lokasi TPU.

Mereka sama sekali tak menyangka jika konstruksi kijing di sebelah kanan liang lahat bisa ambrol. Dugaan sementara, kondisi tanah pemakaman cukup gembur dan konstruksi kijing tidak dibangun dengan
fondasi yang kuat.

“Struktur tanahnya gembur dan kijingnya langsung bergerak cepat, jatuh menimpa keduanya. Apalagi sebelumnya turun hujan deras. Mungkin itu
yang membuat tanah di bawah kijing itu melorot,” kata Didik, 30, salah satu saksi mata.

Terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Sri Handayani, melalui Kapolsek Mojogedang, AKP Suyadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, korban meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka dalam pada bagian dadanya. Sedangkan korban selamat hanya menderita luka-luka pada kakinya.

dsp

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…