Senin, 25 Mei 2009 19:23 WIB News,Feature Share :

SBY
Jangan beri angin surga kesana kemari

Bogor–Saling klaim sebagai yang pihak paling dekat dengan rakyat kecil seolah jadi isu wajib tiap kontestan Pilpres. Tapi tidak semua telah terbukti benar-benar dekat dan berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.

Demikian disampaikan bakal capres SBY di hadapan pengurus Jamiah Tarbiyah. Acara berlangsung di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Senin (25/5).

“Banyak yang pandai beretorika, berwacana, seolah-olah sangat berpihak pada rakyat kecil. Barangkali belum teruji apakah dekat benar selama 5 atau 10 tahun terakhir ini,” kata SBY.

Pasangan SBY-Boediono memilih tidak melakukan langkah serupa. Namun yang penting banyak program-program peningkatan kesejahteraan rakyat telah dilakukan pemerintah dalam lima tahun terakhir dan banyak dari program tersebut yang terbukti berhasil meringankan beban dan memberdayakan rakyat miskin.

“Maka tidak perlu kita bersuara sangat lantang menebarkan angin surga ke sana kemari seolah-olah yang paling dekat dengan rakyat. Lebih baik rakyat melihat apa yang telah dilakukan secara konkrit,” sambung SBY.

Lebih lanjut SBY berharap kepada presiden terpilih kelak untuk melanjutkan program pro rakyat yang telah dirintis pemerintahannya. Sebab manfaat dari program-program yang menunjukkan kepedulian dan empati tersebut telah dirasakan oleh rakyat dan menunjukkan hasil positif.

“Siapa pun yang terpilih lanjutkan program pro rakyat tidak diubah-ubah buat kepetingan lain-lain,” ujarnya.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…