Senin, 25 Mei 2009 16:27 WIB News Share :

Potensi panas bumi Gunung Slamet akan dieksplorasi

Purwokerto–Potensi panas bumi (geothermal) di  Gunung Slamet, Jawa Tengah, akan dieksplorasi untuk persiapan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

“Berdasarkan survei PT Trienergy sejak 1 Februari 2008 hingga 31 Januari 2009, panas bumi Gunung Slamet dapat menghasilkan listrik 175 megawatt (MW),” kata Kabid Geologi Sumber Daya Mineral dan Air Tanah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banyumas, Junaedi, di Purwokerto, Senin.

Menurut dia, PT Trienergy melakukan survei atas perintah langsung dari Departemen ESDM dan dilakukan dengan biaya sendiri yang diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.

Ia mengatakan, berdasarkan survei tersebut diketahui bahwa wilayah potensial untuk proyek geothermal Gunung Slamet berada di Kabupaten Banyumas 60 persen, Kabupaten Tegal 12 persen dan Kabupaten Brebes 28 persen.

“Saat ini sedang dilakukan penetapan wilayah kekuasaan pertambangan (WKP) oleh Departemen ESDM. Jika WKP telah ditetapkan, segera dilakukan pelelangan harga jual listrik ke PLN,” katanya.

Ia mengatakan, karena wilayah tersebut merupakan lintas kabupaten, maka kewenangan pelelangan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Setelah itu, kata dia, ekplorasi baru dilakukan sekitar dua hingga tiga tahun yang diperkirakan akan dilaksanakan pada 2011-2012 kemudian dilanjutkan studi kelayakan yang membutuhkn waktu satu tahun.

“Dengan demikian, eksploitasi panas bumi Gunung Slamet diperkirakan mulai berjalan pada 2015 dengan membuat 33 sumur, yakni 15 sumur produksi, tiga sumur cadangan, dan 15 sumur injeksi. Namun untuk lokasi proyek pembangkit, belum diketahui  secara pasti,” katanya.

Menurut dia, nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai Rp 5,6 triliun.

Mengenai keuntungan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan adanya proyek geothermal tersebut, ia mengatakan, Banyumas akan memperoleh royalti dan pajak dari proyek tersebut selama 30 tahun. Khusus untuk royalti, kata dia, Banyumas diperkirakan memperoleh sekitar Rp 58 miliar.

“Berdasarkan undang-undang, dari total royalti yang diserahkan kepada negara, 20 persen untuk pemerintah pusat, 16 persen pemerintah provinsi, 32 persen kabupaten yang ditempati, dan 32 persen untuk kabupaten lain dalam provinsi tersebut,” katanya.

Menurut dia, royalti yang akan diserahkan nanti mencapai 132.862 dolar AS. Mengenai kerja sama antarkabupaten yang ditempati proyek geothermal, ia mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarkabupaten telah dilakukan di Jakarta pada Sabtu (23/5) pekan lalu.


Ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…