Senin, 25 Mei 2009 19:09 WIB Feature,Karanganyar Share :

Pemkab terus pantau 6 Desa rawan bencana

Karanganyar (Espos)–Intensitas dan curah hujan tinggi di wilayah atas Kabupaten Karanganyar diprediksi masih terus terjadi hingga akhir Mei nanti.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melalui Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Karanganyar intens memantau sejumlah daerah rawan bencana tanah longsor.

Berdasarkan  pemetaan Satlak PBP Karanganyar, sedikitnya ada enam desa yang masuk dalam wilayah pemantauan khusus. Keenam desa itu meliputi Desa Plosorejo di Kecamatan Kerjo, Desa Tengklik (Kecamatan Tawangmangu), Desa Nglegok, Ngargoyoso, Girimulyo (Kecamatan Ngargoyoso), dan Desa Trengguli (Kecamatan Jenawi).

“Keenam desa itu terus kami pantau. Apalagi, menurut perkiraan BMG, curah hujan masih tinggi terutama di daerah-aerah tersebut,” kata Komandan Satlak PBP Karanganyar, Aji Pratama Heru K, saat ditemui Espos di kantornya, Senin (25/5).

Disebutkan Heru, enam desa tesebut tidak dipantau secara kseluruhan, melainkan pada beberapa wilayah dusun yang dianggap darurat atau paling rawan bencana tanah longsor. Misalnya di Desa Plosorejo, terdapat dua dusun yang masuk dalam pantauan khusus yakni Dusun Banaran dan Bono. Untuk Desa Tengklik, daerah yang paling rawan bencana longsor yakni di Dusun Guyon.

“Baik di Dusun Banaran, Bono maupun Guyon, semuanya dalam status siaga I. Terutama pada saat hujan turun deras. Pengawasannya juga 24 jam penuh, dan  laporan berkala selalu dilakukan, meliputi perkembangan cuaca, iklim, serta situasi di lokasi, apakah ada pergerakan tanah atau sejenisnya,” terang Heru, yang juga Kabid Perlindungan Masyarakat Badan Kesbangpol dan Linmas Karanganyar ini.

Lebih lanjut, Heru menyebutkan, sejumlah dusun yang masuk dalam status siaga II antara lain Dusun Ngiyono (Desa Nglegok) dan Dusun Melikan (Desa Ngargoyoso). Namun status siaga II itu juga dapat berubah sesuai perkembangan situasi di lokasi.

Untuk itu, pihaknya tetap menyiagakan setiap personel maupun peralatan lengkap untuk keperluan pengamanan lokasi dan penanganan bencana, apabila sewaktu-waktu butuhkan.

“Baik personel maupun peralatan, semuanya selalu siap dan siaga selama 24 jam penuh. Jadi kalau terjadi apa-apa, harapannya semuanya bisa ditangani dengan cepat pula,” tandasnya.

Sementara itu wilayah dusun yang masih berstatus waspada, tambahnya, yakni Dusun Puton (Desa Ngargoyoso) dan Dusun Nomeran (Desa Trengguli). Jika turun hujan di kawasan tersebut, pihaknya mewanti-wanti agar semua warga sekitar waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

“Kami pun terus siaga. Yang penting semua siap dulu. Bagaimana pun, secara geografis, daerah-daerah lereng Lawu itu sangat rawan longsor, terutama di daerah yang masuk pemetaan pantauan khusus tadi,” ujarnya.

dsp

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…