Senin, 25 Mei 2009 17:06 WIB Feature,Ekonomi Share :

Pasar lesu, eksportir mebel Soloraya lirik pasar lokal

Solo (Espos)–Masih lesunya pasar ekspor mebel membuat kalangan pengusaha ekspor mebel di Indonesia mulai melirik pasar lokal. Namun untuk menggarap pasar tersebut, kalangan pengusaha mebel hingga kini terkendala belum teridentifikasinya kebutuhan mebel nasional, termasuk untuk wilayah Soloraya.

Hal itu diakui Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Kota Solo, David R Wijaya ketika ditemui wartawan di kantornya, Senin (25/5).

“Menggarap pasar lokal merupakan alternatif bagi kalangan pengusaha ekspor mebel untuk menyikapi masih lesunya pasar ekspor seperti sekarang ini. Sebab, ada peluang dari pasar lokal yang sebenarnya bisa digarap oleh kalangan pengusaha mebel di samping mengekspor produk mereka ke luar negeri. Namun untuk menggarap pasar lokal tersebut, kami masih terkendala belum adanya data yang jelas tentang kebutuhan mebel nasional,” ungkap David.

Sementara identifikasi terhadap kebutuhan mebel nasional tersebut, menurut David, diperlukan untuk melihat seberapa besar pasar lokal bisa mereka garap. Bila kebutuhan mebel nasional tersebut dapat diidentifikasi dengan jelas, lanjutnya, kalangan pengusaha juga bisa melakukan pemetaan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang akan mereka garap tersebut.

“Data yang menunjukkan apakah kebutuhan pasar lokal akan mebel tersebut sudah terpenuhi, siapa yang memenuhi kebutuhan mereka, apakah pemain lokal atau mereka harus melakukan impor dan persoalan lainnya, selama ini memang belum teridentifikasi dengan jelas. Padahal data ini penting untuk pemetaan terhadap kebutuhan pasar mana yang bisa digarap. Sebab untuk menggarap pasar lokal, kalangan pengusaha ekspor mebel tentunya harus bersaing dengan pengusaha mebel yang menjual ke pasar lokal,” ungkap David.

Untuk menyikapi hal itu, David menilai perlunya keterlibatan pemerintah, khususnya untuk memfasilitasi proses pengidentifikasian tersebut.

“Dalam hal ini, peran pemerintah sangat diharapkan, khususnya untuk memfasilitasi pengidentifikasian kebutuhan mebel nasional. Selain itu, dengan data tersebut pemerintah ke depan tentu juga bisa lebih mudah dalam menentukan kebijakan-kebijakan terkait industri ini,” imbuhnya.

sry

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…