Minggu, 24 Mei 2009 19:53 WIB Boyolali Share :

Korban pembunuhan di Boyolali bertambah

Boyolali (Espos)–Gilang Setiawan, 15, siswa kelas IX SMPN 6 Boyolali ternyata bukan satu-satunya korban pembunuhan yang dilakukan Prakas Agung Nugroho, 28. Sekitar 10 tahun yang lalu, pria yang berparas ganteng ini juga pernah membunuh orang dengan motif dan modus yang nyaris sama dengan pembunuhan terhadap Gilang.

Fakta ini terungkap setelah polisi mendalami penyidikan terhadap warga Kampung Belakan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota ini. Korban sebelum Gilang diketahui bernama Dwi Suparno, 17, warga Dusun Pasekan, Desa Mudal, Kecamatan Boyolali Kota. Setelah dibunuh dengan cara diberi racun yang dicampur dengan minuman keras, jasad Dwi tidak dikubur layaknya jasad Gilang. Tersangka membuang jasad Dwi ke daerah Parangtritis, Yogyakarta.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan secara langsung oleh Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, Minggu (24/5), diketahui motif pembunuhan kala itu adalah berlatarbelakang persoalan gadai. Tersangka menggadaikan sepeda motornya kepada korban. Hingga jatuh tempo yang dijanjikan, tersangka belum bisa membayar uang tebusan.  Namun tersangka ingin sepeda motornya kembali.

Atas pengakuan tersangka, Kapolres mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan penyidikan atas kasus pembunuhan tersebut untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lainnya. Polisi juga berencana untuk menyelidiki dan menemukan dimana jasad Dwi dibuang. “Kami akan terus tindak lanjuti pengakuan tersangka dalam pemeriksaan,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, warga Kampung Belakan, Jumat (22/5) pagi digegerkan atas temuan kuburan korban pembunuhan yang dilakukan oleh warga setempat. Prakas Agung Nugroho, 28, diduga membunuh tetanganya sendiri, Gilang Setiawan, 15, pada Selasa (19/5) malam dan dikubur di samping rumah kontrakannya di RT 03/RW I Belakan.

kha

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…