Minggu, 24 Mei 2009 20:27 WIB Karanganyar Share :

Anggaran penanganan pengangguran dinilai masih minim

Karanganyar (Espos)--Kendati penanganan pengangguran merupakan suatu proritas pembangunan di Kabupaten Karanganyar, namun dukungan anggaran yang disediakan dinilai sangat tidak mendukung.

Pada tahun 2009 ini alokasi anggaran penanganan pengangguran yang diberikan kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar senilai Rp 193,9 juta untuk menangani kurang lebih 24.000 pengangguran.

Hal itu diungkapkan Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Karanganyar, Suripto, pada acara seminar sehari Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar dengan tema Kesempatan Kerja Bagi Alumni
SMA/MA/SMK di Aula Dispenda Karanganyar, Sabtu (23/5).

Dengan kondisi itu, Suripto berharap ke depan panitia anggaran baik di tingkat eksekutif maupun legislatf dapat mengalokasikan anggaran yang mewadahi bagi penanganan pengangguran di Kabupaten Karanganyar.
“Sangat diperlukan adanya dukungan anggaran yang memadai untuk kegiatan penanganan pengangguran di Karanganyar. Sayangnya, anggaran yang kami terima sangat tidak mendukung,” kata dia.

Disebutkannya, berdasarkan data yang ada jumlah penduduk Kabupaten Karanganyar tahun 2008 sebanyak 850.481 jiwa. Jumlah angkatan kerja sebanyak 426.324 orang dan pengangguran sebanyak 24.695 orang. Sedangkan jumlah pencari kerja yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar
sebanyak 21.468 orang.

“Banyaknya pengangguran dan pencari kerja di Karanganyar haruslah mendapat perhatian dari semua pihak terkait mulai dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” tegasnya.

Banyaknya angka pencari kerja dan sulitnya mengatasi pengangguran di Karanganyar, lanjutnya, bukan semata disebabkan terbatasnya lapangan kerja tapi juga dipengaruhi rendahnya keterampilan tenaga kerja, masih
kuatnya budaya makan tidak makan asal kumpul, minat pencari kerja untuk bekerjake luar daerah/luar negeri rendah, pada umumnya pencari kerja menginginkan bekerja pada sektor formal seperti PNS.


dsp

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…